Rabu, 14 Oktober 2026 – 05:51 WIB
Jakarta, VIVA –Ancaman masih ditebar Kelompok Houthi Yaman yang mengancam menargetkan kantor pusat Aramco di Dammam, Bandara Internasional King Khalid, dan kilang minyak Aramco di Riyadh. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree melalui sebuah pernyataan menyatakan bahwa kelompoknya menganggap setiap fasilitas minyak Aramco sebagai “target yang sah” bagi pasukan mereka.
Dalam pernyataan berikutnya, Saree kembali memperingatkan para ahli, insinyur, dan pekerja di seluruh fasilitas minyak Arab Saudi, termasuk lokasi yang sebelumnya telah menjadi sasaran serta fasilitas lain yang dianggap sebagai target oleh kelompok tersebut.
Menyikapi eskalasi konflik di Arab Saudi yang semakin meningkat, Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Paramadina Imas Damayanti menyarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk menunda sementara keberangkatan jamaah umrah ke Arab Saudi.“Sebaiknya Pemerintah Indonesia tunda keberangkatan umrah bagi jamaah kita ke Saudi sampai situasi konflik mereda,” ujar Imas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menilai konflik berdampak pada penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi, isu keamanan, dan juga ketidaknyamanan dalam beribadah akan membayangi jamaah umrah.“Pertanyaannya, apakah segala pertimbangan dampak ekonomi baik bagi Arab Saudi dan Indonesia ini sepadan dengan isu keselamatan jamaah? Saya rasa tidak. Dahulukan keselamatan jamaah,” kata dia.
Imas menambahkan sebagai negara yang berdaulat maka Indonesia berkewajiban untuk melindungi warganya dari dampak konflik internasional yang mengintai. Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk bersikap bijaksana dengan tak hanya memberikan peringatan bagi jamaah umrah untuk berhati-hati dalam melaksanakan umrah di Arab Saudi, tapi juga harus memberikan sikap tegas untuk melarang warganya berangkat menunaikan ibadah umrah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan keselamatan jamaah umrah Indonesia adalah prioritas utama pemerintah. Kemenhaj memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada jamaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut dan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan sebagaimana mestinya.Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kemenhaj mengimbau jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah.
Halaman Selanjutnya
Jamaah diminta untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut, mematuhi seluruh arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, dan terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak travel.





