Nasional

4 Bulan Dikepung Asap Karhutla, Pemerintah Didesak Bentuk Kamp Oksigen untuk Anak dan Lansia

×

4 Bulan Dikepung Asap Karhutla, Pemerintah Didesak Bentuk Kamp Oksigen untuk Anak dan Lansia

Sebarkan artikel ini


Minggu, 18 Oktober 2026 – 01:44 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah didesak mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung hampir empat bulan. 


img_title


Media Asing Soroti Indonesia Pakai Dry Ice untuk Atasi Karhutla, Seberapa Efektif?

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti pentingnya melindungi masyarakat terdampak, terutama anak-anak dan lanjut usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kita minta pemerintah bekerja bergerak superkilat, lebih dobel gardan. Karena ini sudah tiga bulan, sudah hampir empat bulan,” ujar Daniel dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).


img_title


Presiden Kucurkan Rp15 Miliar untuk Karhutla, Pemadaman Dilakukan Pakai Dry Ice hingga Water Bombing

“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat berlama-lama hidup di tengah asap yang mereka hirup,” tambahnya.

Politikus Fraksi PKB itu menilai paparan asap karhutla berpotensi mengancam kesehatan masyarakat sehingga penanganannya tidak boleh ditunda.


img_title


Instruksi Cak Imin ke Kader PKB Terkait Karhutla

Pemerintah diminta segera memenuhi kebutuhan masker, menyediakan akses oksigen, serta memastikan warga terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Daniel juga mengusulkan pembentukan tempat perlindungan khusus bagi warga yang rentan atau mengalami gangguan pernapasan akibat asap.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi lokasi penampungan sementara agar kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lansia, dapat terhindar dari paparan asap.

“Bahkan kalau perlu dibentuk kamp oksigen bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua yang sudah ISPA atau sudah tidak sanggup. Bisa masuk ke kamp khusus agar terbebas dari asap,” katanya.

Di tengah penanganan karhutla, Daniel mengapresiasi pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) oleh Presiden Prabowo Subianto. 

politisi dari Dapil Kalimantan Barat I itu berharap badan yang baru dilantik itu segera menjalankan langkah konkret untuk mempercepat pemulihan ekosistem gambut sekaligus mencegah kebakaran berulang.

Daniel mengidentifikasi tiga agenda utama yang perlu segera ditangani BPGMN.

Pertama, segera memperbaiki kanal-kanal gambut yang rusak.

Kedua, kembali memulihkan lahan gambut yang mengalami kerusakan dan kekeringan.

Ketiga, melibatkan masyarakat di sekitar kawasan gambut melalui program yang mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem.

Ia menyebut sekitar 72 persen kanal gambut mengalami kerusakan, sedangkan hampir 60 persen lahan gambut juga berada dalam kondisi rusak.

Daniel turut menyoroti lahan gambut yang mengering hingga melampaui batas aman.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu ditangani melalui pendataan yang akurat dan program pemulihan yang terukur.

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut, Daniel menilai dampak karhutla yang meluas hingga ke negara lain membutuhkan tanggung jawab bersama.

Halaman Selanjutnya





Source link