Nasional

Macron Murka Usai Demo di Prancis Berujung Kerusuhan, Ancam Hukum Perusuh dan Penjarah

×

Macron Murka Usai Demo di Prancis Berujung Kerusuhan, Ancam Hukum Perusuh dan Penjarah

Sebarkan artikel ini


Senin, 19 Oktober 2026 – 08:50 WIB

Paris. VIVA – Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengungkapkan kemarahan dan rasa malunya menyusul dengan demonstrasi yang berujung pada kekerasan dan aksi penjarahan yang terjadi di sejumlah wilayah di negara tersebut. 


img_title


Kerusuhan Pecah di Milan Italia, Toko Dijarah

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Minggu (18/10) waktu setempat, Macron berjanji para perusuh dan penjarah akan membayar kejahatan mereka. Pernyataan itu disampaikan setelah Prancis dilanda salah satu kerusuhan perkotaan terparah dalam beberapa tahun terakhir pada Sabtu.

Macron menegaskan pentingnya membedakan demonstran yang menyuarakan tuntutan yang sah dengan demonstran yang menghancurkan, merusak, dan menjarah.


img_title


Toko Mewah Dijarah, Bangunan Dibakar, Mengapa Demo di Prancis Memanas?

Presiden Prancis itu berjanji membentuk unit krisis untuk memberikan bantuan mendesak kepada mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Ia juga mengatakan pemerintah akan mengambil pelajaran dari kerusuhan yang menimbulkan kerusakan besar pada akhir pekan tersebut.

“Kita harus bersikap jelas. Kemarin, aparat penegak hukum dan pejabat kita, meskipun telah bekerja secara profesional, menghadapi kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sejumlah kota. Saya telah meminta pemerintah untuk mengevaluasi semua kejadian ini dan mengantisipasinya agar hal serupa tidak terulang. Kita membutuhkan persatuan, ketenangan, dan sikap saling menghormati,” kata dia dikutip dari laman Al Jazeerah, Senin (19/10/2026). 


img_title


Demo Ricuh di Prancis Buat Ribuan Ritel Rugi hingga Ratusan Juta Euro

Demonstrasi di Prancis Memanas

Jurnalis Al Jazeera, Natacha Butler, yang melaporkan dari Paris, mengatakan pidato Macron tersebut mungkin bukan sesuatu yang penting bagi para demonstra. 

“Saya tidak yakin apakah pernyataan itu cukup untuk meredakan kemarahan sebagian orang. Sebab, mereka yang turun ke jalan untuk berunjuk rasa mengatakan sudah muak mendengar pidato-pidato semacam ini dari Presiden Prancis,” kata Butler.

Gelombang protes tersebut dengan cepat menjadi bahan perdebatan politik bagi partai-partai yang tengah bersaing mendapatkan dukungan publik menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Kandidat presiden dari kelompok kiri, Jean-Luc Melenchon, menyebut pemerintah Prancis sebagai pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab atas kerusakan selama aksi protes. Ia juga menilai pemerintah gagal menjaga ketertiban umum.

Protes di Prancis mencekam, WNI diminta tingkatkan kewaspadaan

Sementara itu, tokoh sayap kanan ekstrem yang digadang-gadang maju sebagai kandidat presiden, Jordan Bardella, menyebut pidato Macron pada Minggu sebagai sesuatu yang menyedihkan dan pengecut. Menurutnya, pemerintah tidak lagi memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan kepada rakyat Prancis dan bahkan tidak mampu melindungi mereka. 

Halaman Selanjutnya

Sebagai informasi, Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan hampir 2.400 orang ditangkap pada Sabtu. Sementara itu, sekitar 1.000 personel polisi dan gendarmerie (polisi militer) mengalami luka-luka akibat demonstrasi.  

Halaman Selanjutnya





Source link