Kamis, 22 Oktober 2026 – 16:02 WIB
Jakarta, VIVA – Ruben Onsu menyampaikan keberatan terhadap langkah Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang mengecam perseteruannya dengan Sarwendah di ruang publik. Melalui unggahan Instagram, Ruben menilai lembaga tersebut seharusnya lebih berhati-hati dalam menanggapi persoalan yang masih ditangani oleh lembaga resmi negara dan tengah bergulir di pengadilan.
Sikap Ruben itu muncul setelah Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, menyampaikan kecaman terhadap kedua pihak yang dinilai terus mempertontonkan konflik di hadapan masyarakat. Komnas PA juga menyoroti kemungkinan pencabutan hak asuh apabila perselisihan terbukti membahayakan kondisi psikologis dan tumbuh kembang anak.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ruben tidak hanya mengungkapkan keberatan, tetapi juga mempertanyakan prioritas Komnas PA dalam menjalankan tugas perlindungan anak.
Dalam unggahannya, Ruben secara terbuka mengkritik Komnas PA karena menilai lembaga tersebut terlalu jauh menanggapi persoalan yang sedang diproses melalui jalur hukum. Ia meminta agar penanganan perkara yang belum selesai tidak terus menjadi bahan pernyataan di ruang publik.
“Nah muncul lg nih org @komnasanak , nafsu bgt ngurusin urusan yg sudah di pegang lembaga resmi negara, urusan negara lg penting dgn kebakaran hutan yg masih banyak korban nya terutama anak2 bro. Ayo bantu suarakan bro, saya jg kecam anda trs membahas urusan yg sedang berlangsung di pengadilan, jd bukan saut2 an tp meluruskan informasi yg merendahkan harga diri seorang ayah,” tulid Ruben yang dikutip dari Instagramnya, Kamis (22/10/26).
Selain mempermasalahkan komentar Komnas PA, Ruben turut mempertanyakan siapa yang sebenarnya meminta perlindungan kepada lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak meminta perlindungan kepada Komnas PA dan menyebut lebih memilih memohon kepada Tuhan.
“Hayo siapa yg dtg ke kalian untuk minta perlindungan ? Kalau saya meminta ke Allah bukan ke kalian,” tulisnya lagi.
Ruben kemudian meminta Komnas PA mempelajari persoalan secara menyeluruh sebelum menyampaikan pendapat kepada publik. Menurutnya, pemahaman yang cukup diperlukan agar pernyataan yang disampaikan tidak justru menimbulkan persoalan baru.
“Pelajari dulu baru bersuara biar terlihat lebih berisi ketika berbicara, jd lewat upload an ini saya menyatakan keberatan jika kalian trs memanfaatkan permasalahan yg sedang dalam penaganan lembaga resmi negara,” tegas Ruben.
Halaman Selanjutnya
Ia juga menyoroti berbagai persoalan anak lain yang dinilainya membutuhkan perhatian lebih besar. Ruben menyinggung situasi anak-anak yang terdampak kebakaran hutan dan meminta Komnas PA mengarahkan perhatian pada persoalan yang membutuhkan bantuan nyata.






