Kamis, 22 Oktober 2026 – 17:02 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin mengeklaim angka kemiskinan Indonesia turun dari 9 persen menjadi 8 persen dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Dalam proses tugas pemberdayaan ini kemiskinan menurun. Sekarang sudah di angka 8, dari yang semula 9 persen, sudah 8 persen,” ucap Cak Imin saat ditemui dalam Agenda Hari Santri Nasional 2026, di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Kamis (22/10/2026).
Penurunan tersebut, kata Cak Imin menjadi salah satu capaian pendekatan Kemenko PM dalam menangani kemiskinan dengan mengarahkan kebijakan pemberdayaan masyarakat.
Bahkan kata dia, pemerintah kini tidak lagi hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi mulai menggeser pada program pemberdayaan seperti pembentukan UMKM.
Dengan begitu, lanjutnya, pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional dapat ditekan maksimal menjadi 5 persen pada 2029.
“Nanti di tahun 2029 kita target maksimal di angka 5 persen. Begitu juga kita akan bangun dan ciptakan pelaku usaha minimal di UMKM sejumlah 10 juta di akhir tahun 2029,” jelas Cak Imin.
Selain itu, Ketua Umum PKB itu menyampaikan, bahwa pendekatan pemberdayaan diawali dengan penyusunan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data itu akan menjadi rujukan pemerintah dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi dan tepat sasaran.
“Cara kerja, cara pandang pemerintahan, alhamdulillah telah bergeser sejak pemerintahan Pak Prabowo dari bantuan sosial bergeser kepada pemberdayaan. Sehingga setiap APBN yang keluar dari berbagai kementerian dan lembaga adalah untuk pemberdayaan,” bebernya.
Cak Imin menyebut, pemerintah masih memiliki tanggung jawab terhadap penanganan kemiskinan yang mencakup 23 juta orang.
“Kita memiliki tanggung jawab tidak kurang dari 23 juta sasaran, di 88 kabupaten lokasi kemiskinan. Kemudian ada tidak kurang dari 6.000 desa yang harus terus kita perhatikan,” imbuhnya.
Ia menilai, besarnya jumlah sasaran tersebut yang membuat pencapaian target penurunan kemiskinan hingga 5 persen menjadi tantangan ke depan.
Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga, Apa Fungsi dan Tugasnya?
Presiden Prabowo meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga untuk menggantikan Dewan Nasional Keuangan Inklusif, dengan fokus pada ketahanan finansial keluarga.
VIVA.co.id
22 Oktober 2026






