Jumat, 23 Oktober 2026 – 20:02 WIB
Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari kehidupan manusia. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu menyusun tulisan, menerjemahkan bahasa, mengolah informasi, hingga mendukung kegiatan belajar dan pekerjaan sehari-hari.
Perkembangan AI generatif membuat pemanfaatan teknologi digital semakin luas. Sistem ini mampu menghasilkan teks, gambar, audio, dan berbagai bentuk konten berdasarkan instruksi pengguna. Kemampuan tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk menyelesaikan tugas secara lebih praktis, selama hasilnya tetap diperiksa dengan cermat.
UNESCO, dikutip VIVA Jum’at (23/10/2026), menilai bahwa perkembangan AI membawa peluang sekaligus tantangan dalam pendidikan dan kehidupan digital. Karena itu, kemampuan memahami teknologi, berpikir kritis, dan menggunakan AI secara bertanggung jawab semakin penting.
1. Membantu menulis dan mengolah dokumen
Salah satu pemanfaatan AI yang mudah ditemukan adalah membantu pekerjaan menulis. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk menyusun kerangka artikel, merapikan kalimat, membuat ringkasan dokumen, atau mencari alternatif penyampaian informasi.
Bagi pekerja kantoran, AI dapat membantu menyiapkan draf surat, merangkum bahan rapat, dan menyusun daftar pekerjaan. Sementara itu, pelaku usaha dapat menggunakannya untuk merancang deskripsi produk atau menyiapkan ide konten promosi.
Meski demikian, hasil AI tidak selalu akurat. Nama, angka, kutipan, dan informasi penting tetap perlu diperiksa sebelum dokumen digunakan atau dipublikasikan.
2. Mendukung kegiatan belajar
Dalam dunia pendidikan, AI dapat membantu pelajar memahami materi yang sulit melalui penjelasan alternatif, contoh soal, dan rangkuman konsep. Pengguna juga bisa meminta penjelasan bertahap sesuai tingkat pemahamannya.
UNESCO menyebut AI berpotensi memperluas akses pembelajaran dan mendukung pengalaman belajar yang lebih personal. Namun, penerapannya harus memperhatikan privasi, kesetaraan akses, dan kualitas pendidikan.
Artinya, AI sebaiknya menjadi pendamping belajar, bukan jalan pintas untuk menyelesaikan seluruh tugas. Pelajar tetap perlu membaca sumber asli, memahami materi, dan menyusun jawaban berdasarkan pemikirannya sendiri.
3. Mempermudah penerjemahan bahasa
AI juga dapat membantu menerjemahkan teks dan memahami bahasa asing. Fitur ini berguna ketika seseorang membaca artikel internasional, menyiapkan dokumen kerja, atau berkomunikasi dengan orang dari negara lain.
Halaman Selanjutnya
Selain menerjemahkan kata demi kata, sejumlah sistem AI mampu menjelaskan konteks dan menawarkan pilihan kalimat yang lebih alami. Namun, hasil terjemahan tetap perlu ditinjau, terutama untuk dokumen hukum, kesehatan, dan komunikasi profesional yang membutuhkan ketepatan tinggi.






