Sabtu, 24 Oktober 2026 – 07:30 WIB
Jakarta, VIVA – Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo (RL) menyebut Sulawesi Selatan (Sulsel) menghadapi status darurat peredaran narkoba. Rudianto Lallo mendesak polisi dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel memutus jaringan bandar narkoba di Sulsel.
“Persoalan narkoba ini boleh dikatakan darurat, bisa saja juga di Sulawesi Selatan lebih khusus Makassar juga darurat narkoba,” ucap Rudianto Lallo dalam sarasehan yang digelar BNNP Sulsel berkolaborasi dengan mitra Komisi III DPR di Makassar, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Bahak ia sebut penanganan narkoba harus mendapat atensi serius karena menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Rudianto Lallo menilai pemutusan jaringan narkoba internasional menjadi salah satu langkah penting untuk menekan peredaran narkotika.
“Yang paling penting saya kira adalah bagaimana memutus sindikat jaringan narkoba internasional. Yang kita tahu semua, Sulawesi Selatan ini adalah pasarnya, Makassar ini adalah pasarnya,” jelas Rudianto Lallo.
Legislator Partai NasDem ini menekankan pentingnya pemetaan jalur masuk narkoba ke Sulsel.
Upaya tersebut perlu dibarengi kolaborasi lintas sektor untuk mengungkap jaringan bandar, termasuk menelusuri dugaan pengendalian peredaran narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Nah, di mana pintu masuknya? Ini kan yang harus kita, Pak Jenderal, Pak Agung, bagaimana kemudian dipetakan agar bandar-bandar narkoba di Sulawesi Selatan ini bisa diberantas. Ya tentu kita butuhkan kolaborasi, informasi dari berbagai sektor yang ada,” pungkas Rudianto Lallo.
Apresiasi Kapolri, Gubsu Bobby Nasution Sebut Forkopimda Sumut Makin Semangat Berantas Narkoba
Bobby Nasution mengapresiasi Kapolri atas pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Belawan. Ia berharap Sumut keluar dari lima besar penyalahgunaan narkoba.
VIVA.co.id
23 Oktober 2026






