Sabtu, 24 Oktober 2026 – 13:25 WIB
Yogyakarta, VIVA –Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono mengapresiasi berbagai inovasi sosial yang dikembangkan pemuda dan masyarakat serta prestasi siswa Sekolah Rakyat dalam Olimpiade Bahasa Asing di malam penganugerahan Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 di Yogyakarta, Jum’at (23/10/2026).
Mengusung tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak”, BBNKT 2026 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas karya, prestasi, dan kontribusi pemuda Karang Taruna dalam mengembangkan gagasan serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budisatrio menyampaikan apresiasi kepada para peserta Pekan Inovasi Sosial. Ia berharap berbagai inovasi yang lahir dari kreativitas masyarakat dapat dikembangkan lebih luas sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kepada semua yang mengikuti Pekan Inovasi Sosial DIY, semoga inovasi ini bisa berdampak kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Lima karya terbaik dalam Pekan Inovasi Sosial 2026 meliputi “Dari Sampah Organik Menjadi Siklus Pangan” karya Anggun Tri Cahyanto, ‘Biokonversi Sampah Organik” karya Dimas Febrianta Nugroho, “Lingkungan Hidup Pariwisata” karya Eko Sujarno, “Laboratorium Sedusun” karya Kris Meilda Setiawati, dan “Aquaponik Drum” karya Mona Losinta.
Sementara itu, lima karya lainnya yang masuk Top 10 adalah “Edukasi Pertanian Rombo Depok” karya Arif Rahman O, “Terkam (Ternak Kambing) Terpadu” karya Marini, ‘Sego Warisan Simbah” karya Miarsih, “Kalfis” karya Muh Ahsanul Fikri, serta “Budidaya Bebek Petelur Terpadu” karya Surono. Beragam karya tersebut menunjukkan upaya masyarakat menghadirkan solusi di bidang lingkungan, pertanian, peternakan, dan pemberdayaan ekonomi.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang Pekan Inovasi Sosial 2026 mendapatkan hadiah uang pembinaan. Inovator Top 5 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 Juta, sedang kan inovator Top 10 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 5 Juta. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong para penerima untuk terus mengembangkan gagasan inovatif dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Budisatrio juga mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi siswa Sekolah Rakyat dalam Olimpiade Bahasa Asing. Menurutnya, latar belakang ekonomi bukan penghalang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi ketika mendapatkan kesempatan yang setara.
“Saya sangat berbahagia dan bangga melihat putra-putri kita tidak kalah dari siswa sekolah lain. Mungkin latar belakang mereka kurang mampu, tetapi mereka menunjukkan bahwa mereka setara dan mampu berprestasi jika diberikan kesempatan,” ujar Budisatrio.
Halaman Selanjutnya
Dalam Olimpiade Bahasa Inggris, Misfan Nazriel dari SRMA 13 Bekasi meraih juara pertama, Novia Ariyani dari SRMA 38 Lombok Timur juara kedua, dan Andi Melisa S dari SRT 33 Tanjungpinang juara ketiga. Liana dari SRT 1 Gresik meraih juara harapan pertama.






