Nasional

Dorong Pengembangan Industri Hilir Nikel, Danantara Buka Peluang Mitra Strategis

×

Dorong Pengembangan Industri Hilir Nikel, Danantara Buka Peluang Mitra Strategis

Sebarkan artikel ini


Senin, 26 Oktober 2026 – 11:53 WIB

Jakarta, VIVA – Danantara Indonesia mendorong pengembangan industri hilir nikel melalui kemitraan investasi dengan investor strategis dari berbagai negara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.


img_title


Soal Luhut Usul Ubah Definisi Korupsi, Yusril: Tidak Bisa Sembarangan

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, melalui Danantara Investment Management (DIM), pihaknya dapat mencari mitra yang memiliki keahlian untuk mengembangkan fasilitas produksi dan berinvestasi bersama di Indonesia.

Pahala mencontohkan upaya hilirisasi yang dilakukan MIND ID Group melalui sejumlah entitasnya, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Indonesia Battery Corporation (IBC). 


img_title


Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra Buka Suara Soal Usulan Perubahan Definisi Korupsi

Ketiga entitas tersebut menjalankan pengembangan industri hilir dengan menggandeng calon investor maupun investor dari berbagai negara.

“Contoh lain adalah yang dilakukan oleh teman-teman di tempatnya MIND ID. Karena kan ini ada Inalum, ada Antam, ada IBC. Mereka dalam hal ini melakukan upaya hilirisasi bermitra dengan calon investor lain atau investor lain yang berasal dari negara lain juga,” ujar Pahala dikutip pada Senin (26/10/2026).


img_title


Danantara Sudah Tutup 364 BUMN, Rosan Roeslani: Target Akhir Tahun 700 Perusahaan

Menurut Pahala, pengembangan hilirisasi nikel mencakup berbagai tahapan produksi yang saling terhubung, mulai dari pengolahan nikel menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat hingga produksi katoda, sel baterai, dan paket baterai. 

Pengembangan rantai produksi tersebut membutuhkan investasi pada berbagai tahapan agar ekosistem industri baterai dapat terbentuk secara terintegrasi.

Bagi MIND ID Group, pengembangan rantai nilai tersebut melibatkan peran sejumlah entitas dengan kegiatan usaha yang saling berkaitan. Antam memiliki peran dalam sektor pertambangan nikel, sedangkan IBC terlibat dalam pengembangan ekosistem baterai. 

Kolaborasi dengan investor strategis menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung pengembangan industri hilir hingga produk bernilai tambah. Pengembangan industri hilir juga menghadapi tantangan dari sisi kebutuhan modal dan kepastian pasokan bahan baku. 

Menyikapi hal itu Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto menilai, investasi di sektor hilirisasi membutuhkan modal berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan investasi di sektor hulu. 

Halaman Selanjutnya

Karena itu, dia mendukung pemerintah memperkuat keterkaitan kedua sektor menjadi faktor fundamental bagi investor yang ingin masuk ke industri hilir.

Halaman Selanjutnya





Source link