Sabtu, 31 Oktober 2026 – 00:30 WIB
Denpasar, VIVA – Gubernur Bali Wayan Koster meluruskan narasi video viral yang memperlihatkan dirinya emosi kepada petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat memantau kelangkaan BBM beberapa waktu lalu.
“Salahnya saya, pegawai itu marah. Saya ikut marah. Itu salah saya,” ucapnya mengakui kesalahannya di Denpasar, Jumat (30/10/2026).
Koster di sela Rapat Paripurna DPRD Bali itu menjelaskan kedatangannya ke SPBU saat itu bertujuan memastikan penanganan kelangkaan BBM berjalan optimal dengan meninjau kesiapan operasional layanan 24 jam.
Saat tiba di lokasi, dia menemukan SPBU tidak beroperasi padahal antrean kendaraan masyarakat sudah mengular panjang.
Gubernur Bali kemudian berkoordinasi langsung dengan pimpinan SPBU mengenai kendala sistem komputasi yang menyebabkan penghentian layanan tersebut.
Di tengah pembicaraan itu, seorang petugas wanita mendadak memotong pembicaraan dan meluapkan emosi kepada Koster hingga berujung pada rekaman video viral khususnya pada bagian gubernur yang terlihat membalas kemarahan petugas dengan emosi yang sama hingga meminta petugas tersebut diam.
Koster mengakui terpancing emosi menjadi sebuah kesalahan karena seharusnya dia tetap tenang dan merespons petugas tersebut secara bijak.
Rasa penyesalan itu bahkan terus terbawa sampai ke rumah setelah dia mendapatkan teguran dari sang istri terkait penanganan insiden di lapangan.
Gubernur Koster menilai dinamika di lapangan dan krisis kelangkaan BBM serta LPG 3Kg tersebut merupakan bahan pembelajaran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Ia menegaskan penanganan krisis kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama tanpa perlu saling menuding atau mencari kesalahan pihak mana pun.
Untuk percepatan penanganan saat itu, Koster bahkan intensif berkantor di Pertamina Depo Sanggaran hingga dini hari untuk merumuskan skema kebijakan bersama jajaran direksi.
Langkah cepat penanganan kelangkaan BBM tersebut mendapat apresiasi luas dari publik, pemerintah pusat, hingga jajaran duta besar.
“Pariwisata itu sangat sensitif terhadap isu keamanan, isu sosial. Jadi karena itu, ekstra upaya kami adalah bagaimana menjaga agar Bali kondusif,” ujar Koster.
Koster kembali menegaskan masalah utama penundaan pasokan BBM saat itu bukan pada ketersediaan stok, melainkan kendala teknis distribusi.
Halaman Selanjutnya
Kapal pengangkut 18 juta liter minyak di Depo Manggis sempat gagal sandar selama 18 jam akibat jangkar tersangkut sehingga pengiriman ke seluruh SPBU Bali terhenti seharian.






