Senin, 2 November 2026 – 16:49 WIB
Jakarta, VIVA – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 12,01 juta kunjungan atau meningkat 5,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian kunjungan wisman dari bulan Januari sampai dengan September tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, secara khusus pada September 2026, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,43 juta kunjungan, atau naik 2,31 persen dibanding September 2025.
Berdasarkan negara asal sesuai kepemilikan paspor, mayoritas kunjungan pada September 2026 didominasi wisatawan asal Malaysia (16,76 persen), Australia (12,43 persen), Tiongkok (10,76 persen), dan Singapura (9,42 persen).
Ateng menyebut berdasarkan catatan BPS, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwulan III 2026 sebesar USD1.374,48 atau sekitar Rp24.938,840 (asumsi kurs Rp18.138 per USD) dengan rata-rata lama tinggal 11,01 malam.
“Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran pada triwulan sebelumnya. Yaitu triwulan dua tahun 2026 dan juga pada triwulan tiga di tahun 2025 yang lalu,” ujar Ateng.
Jika dilihat berdasarkan karakteristiknya, para wisman yang datang ke Indonesia utamanya bertujuan untuk berlibur (79 persen). Sementara sisanya untuk tujuan bisnis dan keperluan personal lainnya.
Berdasarkan pintu masuk utama, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali) menjadi salah satu pintu masuk dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak. Disusul Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Internasional Hang Nadim (Batam), dan Bandara Internasional Kualanamu (Deli Serdang).
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan pertumbuhan. BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus pada September 2026 mencapai 96,69 juta perjalanan, meningkat 2,47 persen dibandingkan September 2025.
Secara kumulatif, perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga September 2026 mencapai 938,84 juta perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 4,10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kabut Asap dari Indonesia Berdampak pada Pariwisata Singapura, Pesanan Liburan Turun 30 Persen
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, Indonesia, turut berdampak pada Singapura termasuk dari sisi pariwisata
VIVA.co.id
17 Oktober 2026






