Senin, 2 November 2026 – 15:55 WIB
Istanbul, VIVA – Jelang pemilu sela Kongres AS pada Selasa (3/11), Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkampanye di Iowa dan Kansas, Minggu (1/11). Kampanye sebagai upaya terakhir Partai Republik memobilisasi pemilih agar mendukung calon-calon dari Partai Republik dan mempertahankan kendali partai tersebut atas Kongres AS.
“Jika Anda memilih DPR dan Senat yang dikuasai Partai Republik pada 3 November, kami akan terus mengutamakan Amerika setiap hari,” kata Trump kepada para pendukungnya di Salina.
Dalam kampanyenya Trump pun memaparkan sejumlah prioritas yang akan dijalankan Partai Republik jika tetap menguasai Kongres. Pembatasan imigrasi lebih ketat, persyaratan identifikasi pemilih dan bukti kewarganegaraan, serta larangan terhadap kota-kota suaka kembali jadi program prioritas Trump.
Trump juga menyerukan penerapan hukuman mati bagi pengedar narkoba skala besar dan pelaku perdagangan manusia, serta siapa pun yang terbukti bersalah membunuh aparat penegak hukum.”Era keemasan Amerika sudah di depan mata, tetapi Anda harus keluar dan memberikan suara,” ucap Trump.
Selain Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan pidato singkat, sambil memuji rekam jejak Trump di bidang keamanan nasional. “Tugas terpenting setiap presiden adalah menjaga keselamatan Anda dan keluarga Anda. Sepanjang hidup saya, tidak ada presiden yang melakukannya lebih baik daripada presiden yang kita miliki saat ini. Karena dia adalah presiden kita, Amerika menjadi lebih kuat. Anda lebih aman, dan musuh-musuh kita di dunia menjadi lebih lemah,” kata Rubio.
Pemilu sela pada 3 November nanti akan menentukan kendali atas kedua kamar Kongres AS. Sebanyak 435 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan 35 kursi Senat akan diperebutkan pada pemilu sela Selasa besok.
Trump Incar Target Baru di Iran, Mojtaba Khamenei Peringatkan AS Perang Bisa Lebih Panjang
Iran memperingatkan bahwa perang baru dengan AS bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya. Pernyataan ini merupakan respon atas sikap Trump soal Iran
VIVA.co.id
2 November 2026






