Nasional

Tak Ada Arahan, Golkar Mau Panggil Pelapor Ujaran Kebencian ke Bahlil

×

Tak Ada Arahan, Golkar Mau Panggil Pelapor Ujaran Kebencian ke Bahlil

Sebarkan artikel ini


Kamis, 23 Oktober 2025 – 07:19 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Sarmuji menegaskan tidak ada arahan dari DPP untuk melaporkan ujatan kebencian terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia ke pihak Kepolisian.

Baca Juga :


Program B40 Disebut Hemat Devisa Rp93 Triliun, Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja

DPP, lanjut Sarmuji, akan memanggil pihak-pihak yang melaporkan ke polisi terkait ujaran kebencian terhadap Ketum Bahlil, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk mengetahui maksud dari para pihak-pihak tersebut yang melaporkan ke polisi. 

“Kita tidak tahu ya teman-teman, anak-anak muda ini tidak melakukan konfirmasi, tidak melakukan permohonan izin waktu melaporkan,” kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga :


Pemerintah Resmi Tata 45 Ribu Sumur Rakyat, Bahlil: Negara Hadir untuk Masyarakat

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Golkar

Sarmuji ingin berdiskusi dengan pihak-pihak pelapor itu karena tidak ada arahan dari DPP untuk laporan itu, dan mereka berinisiatif sendiri.

Baca Juga :


Keluarga Terapis Delta ABG yang Tewas di Jaksel Cabut Laporan, Kasus Eksploitasi Anak Terancam Gugur?

Terlepas dari persoalan itu, menurut dia, seluruh pihak berkewajiban untuk menjaga ruang publik agar terhindar dari fitnah, rasisme, hoaks, hingga framing  jahat. “Saya jamin enggak, enggak ada (arahan),” katanya. 

Sebelumnya, sejumlah kelompok melaporkan akun-akun media sosial ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian terhadap Bahlil Lahadalia. 

Salah satunya, yakni organisasi relawan PILAR 08 yang melaporkan hal itu pada Senin, 20 Oktober 2025. Adapun Bahlil merupakan Ketua Dewan Pembina PILAR 08. 

Ketua Umum PILAR 08 Kanisius Karyadi mengatakan berdasarkan pantauan PILAR 08, ditemukan beberapa akun pendengung (buzzer) dengan pola masif penyebaran konten terkoordinasi yang berisi informasi palsu atau sesat dengan mengedit foto dan video dalam bentuk meme bersifat kebencian menggunakan bahasa provokatif, yang dirancang untuk memancing kemarahan publik serta pembunuhan karakter. 

“Tindakan para terlapor tersebut justru mengajak dan menghasut masyarakat membenci Pak Bahlil Lahadalia terlihat jelas peningkatan serangan verbal ke ranah pribadi secara individu dengan meningkatnya polarisasi di ruang publik,” kata Kanisius.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham

Golkar Nilai Prabowo Tata Pemerintah dengan Baik Sesuai Falsafah Bangsa

Idrus menilai, kebijakan pemerintah saat ini bukan sekadar administrasi teknis, tetapi merupakan bagian dari pembaruan mendasar terhadap sistem pengelolaan negara.

img_title

VIVA.co.id

22 Oktober 2025





Source link