Kamis, 30 Oktober 2025 – 15:34 WIB
Bandung, VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini secara langsung mendatangi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) merek AQUA yang kemudian membuat viral gegara mengungkap pengambilan sumber air dari dalam tanah.
Akhirnya pada 27 Oktober, Dedi Mulyadi menghadirkan perwakilan manajemen AQUA untuk mengklarifikasi sebuah pertanyaan besar yang selama ini menjadi polemik, mengapa perusahaan memilih mengebor sumber air sangat dalam, padahal iklannya kerap menampilkan air yang mengalir di permukaan pegunungan?
Diskusi yang dilakukan Dedi Mulyadi ini berhasil mengungkap alasan teknis dan ilmiah di balik praktik pengeboran yang selama ini dianggap kontroversial oleh sebagian masyarakat.
Air Pegunungan yang Terisolasi di Akuifer Terkekang
Perwakilan perusahaan menegaskan bahwa air yang mereka ambil memang berasal dari pegunungan, sesuai dengan iklannya, namun air tersebut telah melalui proses alami, yaitu air hujan yang meresap ke dalam tanah dan tersimpan di lapisan yang sangat terlindungi.
Perwakilan dari AQUA, Azwar menjelakan, akuifer ini adalah lapisan batuan pembawa air yang tertutup rapat oleh lapisan kedap (batuan padat), sehingga terisolasi secara alami dari lingkungan permukaan.
“Kita mengambil airnya akuifer-nya itu yang di bawah lapisan kedap atau biasa umumnya disebutnya confined aquifer. Jadi lapisan kedap itu adalah satu lapisan yang benar-benar padat,” jelas ahli air dari perwakilan AQUA, Azwar dikutip dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Alasan Ngebor Tanah Terdalam
Adapun alasan utama perusahaan mengambil air dari kedalaman melalui pengeboran adalah demi proteksi kualitas dan jaminan higienitas produk. Pengeboran yang mencapai kedalaman puluhan hingga ratusan meter (misalnya 100 meter) adalah upaya untuk melewati lapisan akuifer dangkal yang sangat rentan terhadap pencemaran.
Kerentanan ini disebabkan oleh perubahan tata guna lahan dan meningkatnya aktivitas manusia di permukaan. Dengan kata lain, pengeboran dalam adalah cara untuk memanen air yang sudah terproteksi secara alami.
“Dengan lapisan kedap ini berarti air akuifer yang di bawah itu dia terproteksi dari kemungkinan pencemaran dari atas segala macam,” lanjut Azwar.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan bahwa secara kualitas standar air permukaan dan air tanah yang dalam bisa sama, namun air tanah dalam jauh lebih terjamin higienitasnya dari risiko kontaminasi:






