Selasa, 18 November 2025 – 12:43 WIB
New York, VIVA – Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi pada hari Senin, 17 November 2025, yang mendukung rencana perdamaian untuk Gaza yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pasukan internasional sementara (ISF) di daerah kantong tersebut setelah dua tahun.
Resolusi tersebut mengesahkan beberapa elemen rencana, termasuk pembentukan “Dewan Perdamaian” sebagai otoritas transisi dan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) sementara di Gaza.
Beberapa sumber diplomatik mengatakan resolusi tersebut akan membantu memberikan wewenang bagi negara-negara untuk berpartisipasi dalam ISF, karena sekarang akan mendapat dukungan PBB.
“Resolusi hari ini merupakan langkah penting lainnya menuju Gaza yang stabil dan makmur, serta lingkungan yang memungkinkan Israel hidup aman,” ujar Duta Besar AS untuk PBB Michael Waltz, setelah pemungutan suara.
Dewan Keamanan PBB menggelar voting draf resolusi PBB untuk Gaza
Waltz mengatakan bahwa ISF merupakan “koalisi pasukan penjaga perdamaian yang kuat, banyak di antaranya berasal dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Azerbaijan, dan lainnya,” akan dikerahkan ke Gaza.
Ia menambahkan ISF “akan menstabilkan lingkungan keamanan, mendukung demiliterisasi Gaza, membongkar infrastruktur teroris, menonaktifkan senjata, dan menjaga keselamatan warga sipil Palestina, mengawal bantuan melalui koridor yang aman.”
Duta Besar Aljazair Amar Bendjama mengakui upaya yang dilakukan oleh Presiden Trump dalam memajukan perdamaian dunia – tetapi menekankan bahwa perdamaian sejati di Timur Tengah tidak dapat dicapai “tanpa keadilan bagi rakyat Palestina yang telah menunggu selama puluhan tahun untuk berdirinya Negara merdeka mereka.”
Ia mencatat bahwa teks tersebut telah menerima dukungan dari negara-negara Arab dan Muslim, dan bahwa “Otoritas Palestina di tingkat tertinggi telah secara terbuka menyambut inisiatif tersebut”.
Dalam menjelaskan keputusan Rusia untuk abstain, Duta Besar Vasily Nebenzya mengatakan bahwa Dewan pada dasarnya “memberikan restunya kepada inisiatif AS berdasarkan janji-janji Washington,” dan “memberikan kendali penuh atas Jalur Gaza kepada Dewan Perdamaian dan ISF, yang modalitasnya belum kita ketahui sejauh ini.”
Kesiapan TNI ke Gaza
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan TNI telah menyiapkan 20.000 prajurit untuk diturunkan dalam misi perdamaian di Gaza.
Halaman Selanjutnya
“Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jumat.






