Kamis, 15 Oktober 2026 – 13:19 WIB
Jakarta, VIVA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel menjadi tantangan bagi pengguna mobil bermesin diesel di Indonesia. Pada Mei 2026, harga Pertamina Dex sempat mencapai Rp27.900 per liter, sedangkan Dexlite dibanderol Rp26.000 per liter di wilayah Jakarta.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pasar otomotif, terutama untuk model diesel yang selama ini memiliki basis konsumen cukup besar. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilihat VIVA Otomotif pada Kamis (15/10/2026), menunjukkan penjualan sejumlah mobil diesel mengalami perubahan setelah harga BBM naik.
Salah satu model yang paling banyak mendapat perhatian adalah Toyota Kijang Innova Reborn diesel. Pada Januari 2026, distribusi mobil ini mencapai 2.728 unit. Angkanya naik 28,8 persen menjadi 3.514 unit pada Februari, sebelum turun 58,1 persen menjadi 1.472 unit pada Maret.
Distribusi Innova Reborn diesel kembali meningkat pada April menjadi 3.010 unit, atau naik 104,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei, angkanya kembali tumbuh 26,9 persen menjadi 3.819 unit.
Namun, setelah itu distribusinya turun 56,2 persen menjadi 1.673 unit pada Juni. Penurunan berlanjut pada Juli sebesar 31,4 persen menjadi 1.148 unit. Jika dibandingkan dengan Januari, distribusi Innova Reborn diesel pada Juli lebih rendah 57,9 persen.
Tren serupa terlihat pada Toyota Fortuner diesel. Distribusinya tercatat sebanyak 1.049 unit pada Januari dan naik 4,7 persen menjadi 1.098 unit pada Februari. Pada Maret, angkanya turun 40,8 persen menjadi 650 unit.
Distribusi Fortuner diesel kemudian meningkat 112,8 persen menjadi 1.383 unit pada April, sebelum turun 14,4 persen menjadi 1.184 unit pada Mei. Setelah itu, distribusinya merosot 50 persen menjadi 592 unit pada Juni dan kembali turun 17,9 persen menjadi 486 unit pada Juli. Dibandingkan Januari, distribusi Fortuner diesel pada Juli turun 53,7 persen.
Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport mencatat distribusi 829 unit pada Januari. Angkanya meningkat 52,2 persen menjadi 1.262 unit pada Februari, sebelum turun 50,8 persen menjadi 621 unit pada Maret.
Pada April, distribusinya naik 5,5 persen menjadi 655 unit. Namun, angka tersebut kembali turun 23,8 persen menjadi 499 unit pada Mei, lalu merosot 27,1 persen menjadi 364 unit pada Juni dan 30,2 persen menjadi 254 unit pada Juli.
Jika dibandingkan dengan Januari, distribusi Pajero Sport pada Juli turun 69,4 persen.
Halaman Selanjutnya
Pergerakan tersebut memperlihatkan penurunan distribusi pada ketiga model diesel itu dalam periode Januari hingga Juli 2026. Meski demikian, data tersebut belum cukup untuk memastikan kenaikan harga solar menjadi satu-satunya penyebab penurunan penjualan. Faktor lain, seperti pola permintaan, pasokan kendaraan, dan waktu pengiriman ke diler, juga dapat memengaruhi angka distribusi.






