Minggu, 23 November 2025 – 10:03 WIB
Jakarta, VIVA – Meski berbagai kampanye kesehatan telah dilakukan, stunting masih menjadi persoalan yang menghantui tumbuh kembang anak di Indonesia.
Para ahli menilai, salah satu penyebab tingginya kasus ini bukan hanya faktor ekonomi, tetapi juga minimnya pemahaman orang tua terkait gizi, pola asuh, kesehatan dasar, dan stimulasi anak. Di tengah banjir informasi dari media sosial, banyak keluarga kesulitan memilah mana sumber edukasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Scroll untuk tahu info selengkapnya, yuk!
Fenomena ini mencerminkan kebutuhan baru dalam dunia parenting: akses belajar yang kredibel, mudah dipahami, dan tidak membebani orang tua yang sibuk.
Di era digital, cara belajar konvensional mulai tergeser oleh model edukasi fleksibel yang bisa diakses kapan pun. Inilah konteks yang melatarbelakangi hadirnya Parenthood Institute 2025, sebuah program edukasi berbasis teknologi yang mencoba menjawab kesenjangan pengetahuan tersebut.
![]()
Baca Juga :
Diduga Malpraktik Sunat Anak hingga Buat Kemaluan Terpotong, Bidan di Pelalawan Jadi Tersangka
Mengusung tema “Akses Belajar Tanpa Batas untuk Parenting Berkualitas,” program ini berlangsung selama sebulan penuh mulai Rabu 19 November 2025 hingga Kamis 18 Desember 2025. Orang tua dapat mempelajari materi seputar tumbuh kembang anak dalam bentuk artikel dan video pendek yang tersedia melalui aplikasi PrimaKu. Kontennya dirancang ringan agar mudah diaplikasikan sehari-hari.
“Parenthood Institute bukan sekadar ajang belajar, tetapi menjadi ruang interaktif bagi orang tua untuk tumbuh bersama,” ujar M. Aditriyaputra, CFA, CEO PrimaKu, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.
Untuk orang tua yang ingin pendalaman materi, program ini juga menyediakan SuperClass—kelas premium bersama dokter spesialis anak dan pakar perkembangan. Daftar pengajarnya mencakup nama-nama yang sudah dikenal di dunia pediatri: Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) serta Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A, Subsp. I.P.T., M.Trop.Paed. Topik yang dibahas meliputi demam, speech delay, MPASI, tanda bahaya tumbuh kembang, vaksinasi, hingga stimulasi bayi baru lahir.
“Melalui SuperClass, kami membantu orang tua memahami setiap tahapan tumbuh kembang anak dengan cara yang lebih praktis dan berbasis ilmu kedokteran terkini,” ujar dr. Yuni Astria, Sp.A.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, edukasi seperti ini penting untuk menekan risiko stunting sejak dini.






