Senin, 26 Oktober 2026 – 21:32 WIB
Jakarta, VIVA – Wardatina Mawa menyampaikan pesan tegas setelah kembali bertemu Insanul Fahmi dalam perayaan ulang tahun putra mereka, Afnan. Meski hubungan rumah tangga keduanya telah berakhir, Mawa mengingatkan bahwa perpisahan orang tua tidak seharusnya membuat anak ikut kehilangan kebahagiaan dan perhatian.
Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan yang menyoroti pentingnya tetap menjalankan peran sebagai orang tua setelah perceraian. Mawa seolah ingin menegaskan bahwa berakhirnya hubungan suami istri tidak serta-merta menghapus tanggung jawab mereka terhadap sang buah hati.
“Pov: our marriage ended, but our responsibility as parents didn’t,” tulis Mawa dalam unggahan di Instagramnya @wardatinamawaaaa pada Senin (26/10/26).
Ia kemudian memperjelas pesan tersebut dengan kalimat yang menekankan bahwa persoalan rumah tangga merupakan urusan orang tua, bukan alasan untuk mengurangi perhatian kepada anak.
“Yang rusak itu rumah tangga kita bukan rumah nya anakkk,” tulisnya lagi di caption.
Sebelumnya, Mawa mengaku tidak menyangka Insanul akan datang ke acara ulang tahun putra mereka. Ia mengatakan komunikasi mengenai kehadiran mantan suaminya berlangsung melalui seorang perantara sehingga dirinya tidak mengetahui rencana tersebut sejak awal.
Meski sempat terkejut, Mawa mengaku tidak mempermasalahkan kehadiran Insanul. Baginya, hari ulang tahun Afnan merupakan momen spesial yang sebaiknya difokuskan pada kebahagiaan sang anak.
Ia juga menyadari bahwa pertemuan setelah cukup lama tidak berjumpa bisa menimbulkan kecanggungan. Namun, Mawa menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan tidak perlu menghalangi tujuan mereka sebagai orang tua.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menurunkan ego agar anak tetap bisa merasakan perhatian dari kedua orang tuanya.
Unggahan mengenai pertemuan Mawa dan Insanul turut memancing beragam tanggapan dari warganet. Sebagian memberikan dukungan kepada Mawa karena dinilai berusaha mengutamakan kebutuhan anak, sementara lainnya menunjukkan simpati terhadap situasi yang harus dihadapinya.
Salah satu komentar menyoroti bahwa hubungan setelah perceraian sebaiknya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan dengan pengasuhan anak.
“Love’it…, fokus co parenting demi mental dan tumbuh kembang Afnan. Selain itu ga perlu…”
Halaman Selanjutnya
Ada pula warganet yang menunjukkan empati dengan membayangkan sulitnya berada dalam posisi Mawa setelah berbagai persoalan yang terjadi.






