Minggu, 2 Agustus 2026 – 03:00 WIB
VIVA – Penyerang muda Indonesia All Stars, Arkhan Kaka, mengungkap peran penting pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di balik penampilan impresifnya saat menghadapi Aston Villa. Striker berusia 18 tahun itu menyebut berbagai materi latihan yang diberikan Herdman menjadi bekal berharga hingga akhirnya mampu mencetak gol ke gawang klub Premier League tersebut.
Arkhan Kaka menjadi satu-satunya pemain Indonesia All Stars yang berhasil membobol gawang Aston Villa dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026. Meski timnya kalah 1-3, gol tersebut menjadi momen spesial dalam perjalanan karier sang pemain muda.
Di balik sorotan itu, Arkhan memilih mengapresiasi para pelatih yang membantunya berkembang, terutama John Herdman yang mendampinginya saat mengikuti training camp Timnas Indonesia di Bali.
“Saya berterima kasih kepada Coach Herdman. Banyak ilmu, materi latihan, dan berbagai aspek permainan yang beliau berikan kepada saya saat training camp di Bali,” kata Arkhan Kaka usai laga.
Pemain Persis Solo itu juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, serta pelatih Indonesia All Stars, Kurniawan Dwi Yulianto.
“Ada juga Coach Nova dan Coach Kurniawan yang banyak memberikan ilmu. Itu menjadi bekal yang sangat besar untuk perkembangan saya sebagai pemain.”
Bekal Berharga Hadapi Piala Asia U-20
Arkhan mengaku pertandingan melawan Aston Villa bukan sekadar kesempatan menghadapi klub elite Eropa. Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 bersama Timnas Indonesia.
Ia menegaskan tidak ingin cepat puas hanya karena berhasil mencetak gol ke gawang Aston Villa.
“Ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk saya menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20. Saya senang, tetapi saya tidak akan berhenti sampai di sini. Saya akan terus bekerja keras agar bisa menjadi lebih baik lagi dan membawa nama baik Indonesia.”
Arkhan juga mengakui kualitas Aston Villa berada di level yang jauh berbeda dibanding lawan yang biasa dihadapinya.
Menurutnya, menghadapi tim besutan Unai Emery membuka banyak pelajaran, mulai dari tempo permainan, kualitas individu pemain, hingga kecerdasan membaca situasi di lapangan.
Halaman Selanjutnya
“Perbedaannya sangat besar karena Aston Villa adalah tim Premier League yang kualitasnya berada di level Eropa.”






