Rabu, 14 Oktober 2026 – 14:12 WIB
Jakarta, VIVA – Perseteruan selebgram Karin Novilda alias Awkarin dengan food vlogger Aa Juju, pemilik akun Instagram @makanlurrrr, menjadi sorotan di media sosial. Perselisihan yang awalnya berkaitan dengan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan itu justru berkembang menjadi adu sindiran yang menyeret ranah pribadi.
Awkarin merasa keberatan dengan pesan langsung atau direct message (DM) yang dikirimkan Aa Juju. Persoalan semakin memanas setelah muncul tulisan yang diduga berkaitan dengan Aa Juju dan berisi sejumlah ungkapan bernada menghina terhadap sang selebgram. Situasi tersebut bahkan membuat Awkarin mempertimbangkan langkah hukum.
Berawal dari Desakan agar Awkarin Bersuara soal Karhutla
Perselisihan ini bermula ketika Aa Juju menghubungi Awkarin melalui DM Instagram. Ia meminta selebgram tersebut memanfaatkan jangkauan audiensnya untuk ikut menyoroti kondisi karhutla di Kalimantan.
Aa Juju menilai isu lingkungan tersebut membutuhkan perhatian lebih luas, termasuk dari figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Namun, pesan yang disampaikannya tidak hanya berisi ajakan.
Dalam DM itu, Aa Juju juga menyinggung sikap Awkarin yang dinilainya tidak lagi vokal seperti ketika ikut berkampanye mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 pada pemilu sebelumnya.
Ia bahkan menyampaikan akan berlangganan konten eksklusif Awkarin apabila sang selebgram bersedia mengangkat persoalan karhutla tersebut.
Alih-alih menjadi ajakan yang diterima dengan baik, pesan itu justru memicu ketidaknyamanan. Cara Aa Juju menyampaikan kritik dinilai menjadi persoalan tersendiri dalam komunikasi keduanya.
Awkarin Keberatan dengan Cara Aa Juju Menyampaikan Kritik
Awkarin kemudian mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut ke Instagram Story. Ia mempermasalahkan cara Aa Juju menghubunginya, terlebih karena keduanya disebut tidak memiliki hubungan personal.
Bagi Awkarin, kepedulian terhadap isu sosial tidak selalu harus ditunjukkan melalui unggahan terbuka. Ia juga merasa tidak seharusnya dinilai tidak peduli hanya karena tidak menyuarakan suatu persoalan sesuai tuntutan pihak lain.
“Aku tetap bantu isu sosial tanpa harus selalu diumbar secara publik sesuai tuntutan orang lain,” ucap Awkarin, dikutip Rabu (14/10/2026).
Halaman Selanjutnya
Pernyataan itu menjadi respons Awkarin terhadap desakan yang diterimanya. Perselisihan pun bergeser dari persoalan karhutla menuju perdebatan mengenai cara menyampaikan kritik dan ekspektasi publik terhadap figur dengan banyak pengikut.






