Selasa, 15 September 2026 – 15:48 WIB
VIVA – Kesaksian salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, Akmal, mengungkap betapa cepatnya kapal tersebut tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Ia mengaku tidak merasakan tanda-tanda mencurigakan sebelum kapal tiba-tiba miring.
Akmal saat itu sedang tertidur. Ketika terbangun, kondisi kapal sudah dalam keadaan miring sehingga ia hanya memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan diri.
“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal saat ditemui setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa 15 September 2026.
Menurut Akmal, sebelum dirinya tertidur, kondisi kapal masih terasa normal. Ia tidak merasakan guncangan maupun mendengar suara air yang masuk ke dalam kapal.
Situasi berubah drastis ketika dirinya terbangun. Kemiringan kapal terjadi begitu cepat sehingga Akmal tidak sempat melakukan banyak hal selain mengambil pelampung dan segera meninggalkan kapal.
“Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ungkapnya.
Akmal mengatakan dirinya baru mendengar alarm ketika sudah berada cukup jauh dari kapal. Saat itu, KM Virgo Transport 8 sudah dalam kondisi terbalik.
Ia pun memilih terus menjauh dari kapal karena khawatir situasi di sekitar lokasi semakin membahayakan.
“Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” katanya.
Akmal mengaku berada di bagian belakang kapal ketika kecelakaan terjadi. Posisi tersebut membuatnya tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi di sekitar ruang nakhoda maupun bagian depan kapal sebelum kapal mulai miring.
Ia juga tidak mengetahui adanya informasi mengenai perkiraan gelombang setinggi dua hingga tiga meter sebelum kapal berangkat. Sebagai ABK, Akmal mengatakan dirinya hanya menjalankan perintah untuk berlayar sesuai jadwal.
Kejadian tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Akmal selama bekerja di KM Virgo Transport 8. Ia diketahui baru sekitar tiga bulan bekerja di kapal tersebut.
Akmal merupakan salah satu dari 22 korban selamat yang dievakuasi pada hari ketiga operasi SAR. Para korban kemudian dibawa menuju Banjarmasin menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, Akmal dan korban lainnya sempat berpindah beberapa kali kapal setelah berhasil diselamatkan pada Minggu (13/9) sekitar pukul 10.00 WITA. Sementara kecelakaan kapal terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.






