Minggu, 9 November 2025 – 13:34 WIB
Jakarta, VIVA – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mendukung usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 Soeharto. Hal tersebut diungkap Surya Paloh usai melepas ribuan peserta FunWalk menjelang HUT ke-14 Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Minggu, 9 November 2025.
“Nasdem sudah kasih statement, sepakat itu (gelar pahlawan untuk Soeharto),” kata Surya Paloh.
Prediksi dan Pesan Soeharto Tentang Indonesia Jadi Kenyataan
Photo :
- Tangkapan Layar Instagram @fakta.indo
Baca Juga :
Survei KedaiKOPI: 80,7 Persen Masyarakat Dukung Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional
Surya Paloh menilai polemik pro dan kontra terhadap rencana pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto adalah hal yang lumrah. Namun, ia mengatakan partai Nasdem melihat sisi positif dari usulan tersebut.
“Ya, itu konsekuensinya. Ya, saya pikir memang kalau sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk konsekuensi pro dan kontra, polemik yang terjadi, ya bagi Nasdem melihat dari sisi positifnya ya,” ujarnya.
Baca Juga :
Namun, ia mengingatkan bahwa penolakan pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto tak menghilangkan sisi objektifitas mengenai kontribusinya selama 32 tahun memimpin.
“Bahwasannya sosok Presiden Soeharto telah memberikan posisi dan peran, arti keberadaan beliau sebagai presiden yang membawa progres pembangunan nasional kita yang cukup berarti, seperti apa yang kita nikmatin hari ini,” ucap Surya Paloh.
Surya Paloh tak memungkiri jika selama menjabat Soeharto masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan.
“Tetapi sekali lagi memang, ya, kalau kita mau membawa gerakan perubahan tentu kita mencoba untuk bisa selalu menempatkan faktor objektifitas itu, yang mungkin harus kita hargai bersama, sebagai pedoman daripada sesuatu yang kita harapkan bisa memberikan arti kemajuan kita sebagai satu bangsa,” tegasnya.
Adapun Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebanyak 49 tokoh yang diusulkan sebagai penerima gelar pahlawan nasional.
Unggahan Prabowo Subianto bersama Soeharto
Beberapa nama yang turut diusulkan adalah Presiden ke-2 RI Soeharto; Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur; hingga aktivis buruh, Marsinah.
Namun, rencana pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto mendapat penolakan dari koalisi masyarakat sipil.
Hal tersebut terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama masa Pemerintahan Soeharto, termasuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
BEM Universitas Sunan Drajat Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Beliau Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat!
BEM) Universitas Sunan Drajat (Unsuda) Lamongan mendukung usulan untuk menetapkan mantan Presiden RI ke-2 Soeharto dan sebagai Pahlawan Nasional.
VIVA.co.id
9 November 2025






