Rabu, 12 Agustus 2026 – 02:15 WIB
VIVA – Nama Warkop DKI hingga kini masih melekat sebagai salah satu grup lawak paling legendaris di Indonesia. Trio yang terdiri dari Dono, Kasino, dan Indro tersebut dikenal melalui berbagai film komedi, acara televisi, hingga gaya humor yang mengangkat kehidupan masyarakat sehari-hari.
Namun, sebelum dikenal sebagai Warkop DKI, perjalanan ketiganya ternyata bermula dari dunia radio pada era 1970-an. Pertemuan Dono, Kasino, dan Indro juga tidak langsung terjadi dalam satu kesempatan. Ada rangkaian peristiwa yang akhirnya mempertemukan mereka dan membawa grup tersebut menuju popularitas nasional.
Berawal dari Kegiatan Mahasiswa UI
Potret jadul Indro Warkop bersama Dono dan Kasino
Cikal bakal Warkop bermula dari lingkungan mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Pada September 1973, sejumlah mahasiswa UI mengikuti kegiatan perkemahan di kawasan Cibubur. Di tengah kegiatan tersebut, Kasino dan Nanu Mulyono dikenal mampu menghibur peserta dengan lawakan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Bakat tersebut kemudian menarik perhatian pihak Radio Prambors. Direktur program radio tersebut melihat potensi mereka dan mengajak sejumlah mahasiswa, termasuk Dono, Kasino, Nanu Mulyono, serta Rudy Badil untuk terlibat dalam program komedi.
Dari sinilah lahir program Warung Kopi di Radio Prambors Jakarta. Konsepnya cukup sederhana, yakni menghadirkan obrolan santai yang dibumbui humor, parodi, serta kritik terhadap berbagai persoalan sosial. Gaya tersebut kemudian menjadi ciri khas yang membuat nama Warkop semakin dikenal pendengar.
Pada masa awal, grup ini lebih dikenal dengan sebutan Warkop Prambors. Format lawak mereka terasa berbeda karena tidak hanya mengandalkan lelucon, tetapi juga menyelipkan sindiran sosial dan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Indro Awalnya Hanya Diminta Menemani Siaran
Berbeda dengan Dono dan Kasino yang lebih dahulu terlibat dalam kegiatan tersebut, Indrodjojo Kusumonegoro atau Indro Warkop datang dari latar belakang yang berbeda. Ia merupakan anggota paling muda dan saat itu belum menjadi mahasiswa UI.
Indro sendiri ternyata sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia hiburan dan komedi sejak masih bersekolah. Ia bahkan pernah tampil dalam berbagai kegiatan sekolah dan menjadi pembawa acara dengan gaya humor.
Halaman Selanjutnya
“Di sekolah sudah main sandiwara dengan lucu, unik-uniklah. SMP saya sudah mulai MC sambil ngelucu. Belum lagi, di Pramuka saya punya tanda kecakapan khusus penghibur, itu enggak diuji dianugerahkan. Sampai yang kedua saya dapat yang lebih tinggi lagi, tingkat kedua,” kata Indro dikutuip dalam YouTube Human on Wheels, Rabu 12 Agustus 2026.






