Nasional

Chatib Basri Sebut Tugas Menteri Keuangan Sangat Gampang, Begini Katanya

×

Chatib Basri Sebut Tugas Menteri Keuangan Sangat Gampang, Begini Katanya

Sebarkan artikel ini


Selasa, 9 Juni 2026 – 12:57 WIB

Jakarta, VIVA – Ekonom senior yang juga Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengatakan, meskipun kinerjanya cukup fundamental dalam mengurus keuangan negara, namun sebenarnya secara teknis tugas sebagai Menteri Keuangan itu terbilang sederhana atau gampang.


img_title


Laporan Keuangan Danantara Bikin Penasaran, Dony Oskaria Sebut Bakal Dirilis Setelah Hal Ini Tuntas

Dia menjelaskan, dalam kompleksitas neraca keuangan, terdapat tiga instrumen strategis utama yang dapat dijadikan pilihan bagi seorang Menteri Keuangan.

“Tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan, potong, pinjam,” kata Chatib di acara Grab Business Forum di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.


img_title


Cara Soeharto Menyeleksi Pejabat Diungkap dalam Peringatan 105 Tahun Kelahirannya

“Sesimpel itu. Karena ini balance sheet enggak bisa diapa-apain,” ujarnya.


img_title


Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan Untuk Masyarakat

Meski demikian, Chatib menegaskan bahwa implementasi ketiga instrumen tersebut memang tidak sesederhana yang dibayangkan, utamanya dalam kondisi perekonomian seperti saat ini.

Sebab, mendongkrak pendapatan negara dengan menaikkan pajak, menurutnya sama sekali bukan opsi yang bijak. Karena hal itu justru bisa melemahkan daya beli masyarakat.

Namun, ternyata pilihan untuk menambah utang diakuinya juga sangat berisiko, khususnya di tengah tingginya suku bunga global yang juga mendongkrak biaya dana (cost of fund) seperti yang terjadi saat ini.

Karenanya, di tengah jalan buntu itu, Chatib berharap bahwa pemerintah bisa merasionalisasi anggaran secara progresif. Termasuk misalnya dengan memangkas subsidi yang tidak tepat sasaran, atau bahkan yang tidak terlalu berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

Sehingga, menurutnya upaya ini terbilang lebih realistis, demi menyehatkan kondisi fiskal namun tanpa perlu membuat struktur utang makin terbebani dalam jangka panjang.

“Lalu, apa dalam situasi ini pajak harus dinaikkan, atau misalnya utang ditambah? Karena kalau mau pinjam atau mau ngutang itu, sekarang ini cost of fund-nya sudah sangat mahal,” ujarnya.

Ilustrasi keuangan.

Bebas Utang Belum Tentu Pertanda Keuangan Anda Sehat

Indikator kesehatan finansial seseorang ditegaskan  bukan hanya kondisi bebas utang. Tapi juga memiliki ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi hantaman risiko keuangan.

img_title

VIVA.co.id

9 Juni 2026





Source link