Nasional

Daftar 14 Asprov PSSI yang Tidak Punya Ketua Definitif Jelang Kongres 2026

×

Daftar 14 Asprov PSSI yang Tidak Punya Ketua Definitif Jelang Kongres 2026

Sebarkan artikel ini


Minggu, 2 Agustus 2026 – 20:30 WIB

VIVA – Menjelang Kongres PSSI 2026, perhatian publik sepak bola nasional tidak hanya tertuju pada agenda organisasi dan regulasi baru, tetapi juga pada kondisi sejumlah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI yang hingga kini belum memiliki ketua definitif. Hingga kini terdapat 14 Asprov yang masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI.


img_title


Daftar Klub Indonesia yang Ajukan Ganti Nama untuk Musim Depan

Keberadaan pengurus definitif di tingkat provinsi dinilai penting karena Asprov memiliki peran strategis dalam menjalankan pembinaan sepak bola di daerah. Kondisi tersebut juga memunculkan perhatian terhadap mekanisme penunjukan Plt dan pelaksanaan kongres pemilihan di masing-masing provinsi.

Daftar 14 Asprov PSSI yang Belum Memiliki Ketua Definitif


img_title


Benarkah Piala Presiden 2026 tanpa Semifinal, Langsung Pertemukan Persib Vs Persebaya? Ini Kata Tsamara Amany!

Berikut 14 Asprov yang masih dipimpin pelaksana tugas (Plt):

  1. Sumatra Utara
  2. Sumatra Barat
  3. Lampung
  4. Banten
  5. DKI Jakarta
  6. Jawa Barat
  7. Jawa Tengah
  8. Jawa Timur
  9. Bali
  10. Sulawesi Utara
  11. Gorontalo
  12. Sulawesi Barat
  13. Sulawesi Tengah
  14. Papua Tengah

img_title


Di Mana Venue Semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib Vs Persija dan Persebaya Vs Arema? Ini Kata PSSI

Sesuai mekanisme organisasi, pelaksana tugas ditunjuk oleh Ketua Umum PSSI dengan masa tugas selama enam bulan. Penugasan tersebut dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku. Umumnya, masa penugasan dapat diperpanjang maksimal tiga kali sebelum digantikan oleh anggota Exco lainnya.

Peran Penting Asprov dalam Pembinaan Sepak Bola

Berdasarkan Statuta PSSI Edisi 2025, Asprov merupakan bagian dari Asosiasi Anggota PSSI yang memiliki tanggung jawab menjalankan pembinaan sepak bola di tingkat daerah.

Kongres Asprov, baik Kongres Biasa maupun Kongres Luar Biasa, dapat diselenggarakan setelah Kongres Biasa PSSI dengan persetujuan tertulis dari PSSI sebagai bagian dari mekanisme organisasi.

Dalam kongres tersebut, hak suara dimiliki oleh berbagai unsur sepak bola daerah, mulai dari klub Liga 3, klub Liga 4, PSSI kabupaten/kota, Asosiasi Futsal, Asosiasi Pelatih, Asosiasi Sepak Bola Wanita, Asosiasi Sepak Bola Pantai, hingga Asosiasi Pemain.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pemilihan kepemimpinan Asprov melibatkan berbagai pemangku kepentingan sepak bola di tingkat provinsi.

Kongres PSSI 2026 Jadi Momentum Pembenahan

PSSI melalui Komite Ad Hoc saat ini tengah menyusun penyempurnaan regulasi mengenai tata kelola Asprov. Sejumlah ketentuan baru direncanakan akan dipaparkan dalam Kongres PSSI 2026 sebagai pedoman bagi seluruh Asprov di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Kehadiran pengurus definitif dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan sepak bola di daerah. Kepastian kepemimpinan diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan strategis, memperkuat koordinasi dengan anggota, serta meningkatkan efektivitas program pembinaan usia muda.

Halaman Selanjutnya





Source link