Senin, 8 Juni 2026 – 10:38 WIB
Jakarta, VIVA – Selama ini, banyak orang masih memahami halal sebatas pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Padahal, dalam perkembangannya, konsep halal memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan. Bahkan, tren gaya hidup halal kini mulai dikaitkan dengan nilai keberlanjutan, kepedulian sosial, hingga tanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui konsep Green Halal, masyarakat diajak memahami bahwa halal bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga bagaimana aktivitas manusia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama dan lingkungan sekitar.
Lalu, apa saja makna halal yang kini menjadi bagian dari gaya hidup Islami modern?
1. Halal Berarti Mengutamakan Kemaslahatan
Dalam Islam, konsep halal tidak hanya berbicara tentang sesuatu yang boleh dikonsumsi, tetapi juga tentang manfaat yang dihasilkan. Sebuah aktivitas atau pilihan hidup idealnya membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Hal ini sejalan dengan pandangan yang disampaikan dalam forum internasional tersebut.
“Industri halal memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi yang tidak hanya sesuai syariah, tetapi juga berkelanjutan. Nilai halal dan keberlanjutan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi manusia dan lingkungan,” ujar VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita, dalam 3rd International Halal Ecosystem Conference Cairo 2026.
Prinsip kemaslahatan inilah yang menjadi fondasi penting dalam gaya hidup Islami.
2. Halal Juga Berkaitan dengan Kepedulian terhadap Lingkungan
Kini, halal semakin erat dikaitkan dengan upaya menjaga kelestarian alam. Kesadaran terhadap pengurangan limbah, pengelolaan sumber daya yang bijak, hingga upaya menekan dampak lingkungan menjadi bagian dari nilai yang sejalan dengan konsep Green Halal.
Melalui konsep tersebut, LPPOM mendorong integrasi antara pemenuhan standar halal dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance / ESG).
Dengan kata lain, menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari praktik hidup yang selaras dengan nilai-nilai halal.
3. Halal Mendorong Perilaku yang Etis dan Bertanggung Jawab
Makna halal juga mencakup aspek etika. Masyarakat semakin memperhatikan bagaimana suatu produk atau layanan dihasilkan, termasuk dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Halaman Selanjutnya
Menurut Raafqi, perkembangan industri halal global saat ini menuntut pendekatan yang lebih luas dibandingkan sekadar kepatuhan terhadap standar halal. Konsumen, investor, dan regulator kini semakin memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis.






