Jumat, 19 Juni 2026 – 00:26 WIB
Jakarta, VIVA – Kenaikan harga konsol game yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mulai mengubah kebiasaan para gamer di seluruh dunia. Jika sebelumnya konsol menjadi pilihan utama karena kemudahan penggunaan dan harga yang relatif terjangkau, kini banyak pemain mulai mempertimbangkan platform alternatif seperti PC gaming, handheld PC, hingga layanan cloud gaming.
Fenomena ini muncul setelah sejumlah produsen besar menaikkan harga perangkat mereka di tengah meningkatnya biaya produksi, kelangkaan komponen memori, serta tekanan ekonomi global. Kondisi tersebut membuat harga konsol generasi terbaru justru semakin mahal seiring bertambahnya usia produk, sebuah situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah industri game modern.
Selama puluhan tahun, konsumen terbiasa melihat harga konsol turun beberapa tahun setelah peluncuran. Namun tren tersebut kini berubah drastis.
Laporan berbagai media teknologi internasional, dikutip VIVA Jum’at, 19 Juni 2026, menunjukkan bahwa harga konsol dari Sony, Microsoft, hingga Nintendo mengalami kenaikan setelah peluncuran. Xbox Series X yang diluncurkan dengan harga sekitar 499 dolar AS atau sekitar Rp8,9 juta kini dijual lebih mahal di sejumlah pasar. Situasi serupa juga terjadi pada PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 yang mengalami revisi harga akibat meningkatnya biaya komponen dan kondisi ekonomi global.
Menurut laporan Reuters, produsen konsol menghadapi tekanan besar akibat kenaikan harga chip memori yang digunakan untuk perangkat gaming. Permintaan industri kecerdasan buatan (AI) terhadap komponen tersebut membuat pasokan semakin ketat dan harga terus meningkat.
Gamer Mulai Melirik PC Gaming
Di tengah kenaikan harga konsol, PC gaming kembali menjadi pilihan menarik bagi banyak pemain. Meskipun biaya awal membangun PC bisa lebih tinggi, gamer mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih perangkat keras dan melakukan upgrade secara bertahap.
Selain itu, toko game digital di PC sering menawarkan diskon yang lebih agresif dibandingkan ekosistem konsol. Faktor ini membuat total biaya kepemilikan dalam jangka panjang menjadi lebih kompetitif.
Beberapa analis industri bahkan menilai pertumbuhan PC gaming saat ini mulai mengungguli pasar konsol, terutama ketika harga konsol mendekati kisaran perangkat PC kelas menengah.
Halaman Selanjutnya
Selain PC desktop, kategori handheld gaming PC juga mulai mendapat perhatian besar. Perangkat seperti Steam Deck, ASUS ROG Ally, dan berbagai model serupa menawarkan pengalaman bermain game PC dalam bentuk portabel.






