Nasional

IHSG Anjlok 8 Persen, Jansen Demokrat Desak Komisi XI DPR Panggil OJK dan BEI

×

IHSG Anjlok 8 Persen, Jansen Demokrat Desak Komisi XI DPR Panggil OJK dan BEI

Sebarkan artikel ini


Jumat, 16 Oktober 2026 – 12:20 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mendesak Komisi XI DPR RI segera memanggil Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.


img_title


IHSG Anjlok 10,67 Persen, Saham Big Bank Berguguran: BBCA Jatuh 14,40 Persen

Jansen menyampaikan desakan tersebut melalui akun X miliknya. Ia menilai penurunan IHSG hingga 8,01 persen pada pembukaan perdagangan tidak bisa hanya dianggap sebagai gejolak pasar biasa. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pasar modal dan efektivitas pengawasan.

Politikus Demokrat yang mengaku sebagai investor kecil di pasar modal itu meminta Komisi XI DPR menggunakan kewenangan pengawasannya untuk meminta penjelasan dari BEI dan OJK mengenai kondisi pasar saham Indonesia.


img_title


IHSG Ambles 10,76 Persen, 30 Saham Terjun Bebas hingga ARB

“Kita tidak bisa terus-menerus menyaksikan pasar modal kita mengalami gejolak ekstrem tanpa evaluasi menyeluruh dan pertanggungjawaban yang jelas,” kata Jansen melalui akun X miliknya, Jumat, 16 Oktober 2026.

Jansen Minta Tata Kelola BEI dan Pengawasan OJK Dievaluasi


img_title


OJK Buka Suara soal Usulan MSCI Turunkan Status Pasar RI, Tegaskan Komitmen Reformasi

Jansen menilai gejolak IHSG perlu menjadi momentum untuk memeriksa berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Ia meminta dugaan kelemahan sistemik, praktik manipulasi pasar, hingga kemungkinan kegagalan pengawasan dibuka secara transparan dan ditindak tegas apabila terbukti.

Menurut Jansen, persoalan mendasar di pasar modal tidak seharusnya ditutupi dengan penjelasan normatif yang hanya meredakan kekhawatiran investor untuk sementara waktu.

Ia juga mendorong Komisi XI DPR melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola BEI serta efektivitas pengawasan yang dijalankan OJK.

Jansen meminta otoritas membuka informasi secara transparan untuk memperjelas apakah gejolak pasar berkaitan dengan persoalan internal pasar modal Indonesia atau kebijakan penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Jangan-jangan bukan mereka yang salah, tapi MSCI yang telah secara keterlaluan menghukum kita. Agar jelas, buka secara transparan,” ujarnya.

Minta Dugaan Manipulasi Pasar Diusut

Selain evaluasi tata kelola, Jansen meminta dugaan manipulasi dan perdagangan terkoordinasi yang berpotensi merugikan investor turut diusut.

Ia menilai mekanisme pengawasan transaksi saham perlu diperiksa, termasuk efektivitas penghentian perdagangan sementara atau trading halt ketika pasar mengalami gejolak ekstrem.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, perlindungan investor juga perlu menjadi bagian dari evaluasi agar pelaku pasar mendapatkan kepastian mengenai mekanisme pengawasan dan penegakan aturan.

Halaman Selanjutnya





Source link