Nasional

IHSG Kembali Dibuka Memerah Serupa Wall Street, Bursa Asia-Pasifik Mayoritas Menguat

×

IHSG Kembali Dibuka Memerah Serupa Wall Street, Bursa Asia-Pasifik Mayoritas Menguat

Sebarkan artikel ini


Kamis, 18 Juni 2026 – 09:05 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka melemah 67 poin atau 1,09 persen di level 6.153 pada pembukaan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.


img_title


IHSG Dibuka Menguat 1,07 Persen Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Variatif dan Wall Street Melemah

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar (sideways) cenderung melemah pada perdagangan hari ini.

“Kami memperkirakan IHSG hari ini sideways cenderung melemah ,” kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 18 Juni 2026.


img_title


Kebangkitan Pasar Modal Hadapi Siklus ke-8 Sejak Era 2000-an, Simak Polanya

Dia mengatakan, Bursa Asia-Pasifik Sebagian besar menghijau pada perdagangan Rabu kemarin, dengan pasar saham Korea Selatan memimpin penguatan.


img_title


Meroket 4,12 Persen, IHSG Ditutup Perkasa di Level 6.254

Selain itu, sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan respons investor terhadap negosiasi terbaru antara AS dan Iran.

Indeks Kospi Korea Selatan meningkat 1,6 persen, dan Kosdaq melesat 1,3 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,7 persen dan Topix naik 0,55 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,55 persen dan Taiex Taiwan naik 0,15 persen. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,74 persen.

Dari sisi AS, Donald Trump menyatakan terbuka untuk membagikan rincian kesepakatan damai terbaru antara AS dan Iran kepada Kongres.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa anggota Kongres meminta kesempatan untuk meninjau kesepakatan sebelum resmi disahkan. Kesepakatan awal antara AS dan Iran tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

“Support IHSG berada di level 6.130-6.200 sementara resist IHSG di rentang 6.250-6.276,” ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street turun pada perdagangan Rabu kemarin, sementara yield obligasi pemerintah AS melonjak setelah pasar mencermati hasil rapat perdana The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh, yang dinilai lebih hawkish dari perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,98 persen, S&P 500 terkoreksi 1,21 persen, dan Nasdaq Composite menurun 1,34 persen. Saham-saham teknologi mengalami pelemahan, antara lain Microsoft, Meta Platforms, Alphabet, dan Amazon. Sentimen juga dibebani oleh pelemahan saham SpaceX.

Mata uang Rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.738 di Tengah Ancaman Tarif Impor Baru Trump ke Produk Manufaktur RI

Hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.738 per dolar AS. Posisi itu melemah 13 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.751 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

17 Juni 2026





Source link