Senin, 17 November 2025 – 11:25 WIB
Jakarta, VIVA – Upaya menciptakan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan kini masuk babak baru. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, menggerakkan ribuan pelajar untuk ikut menjaga keamanan lingkungan pendidikan melalui program Polisi Siswa Keamanan Sekolah.
Baca Juga :
IPW Soroti Putusan MK Larang Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil: 4.132 Polisi Terancam ‘Nganggur’
Program ini dicanangkan Asep saat memimpin apel besar Saka Bhayangkara dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di Lapangan Presisi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Senin, 17 November 2025. Sebanyak 1.700 pelajar dari berbagai sekolah di wilayah hukum Polda Metro Jaya hadir memenuhi lapangan.
Menurut Asep, kehadiran Polisi Siswa bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk melibatkan pelajar sebagai garda terdepan dalam pencegahan aksi negatif di sekolah.
“Para polisi siswa ini akan membantu menjaga kelancaran kegiatan sekolah, melindungi temannya, dan melaporkan potensi gangguan kepada guru atau pihak sekolah,” ujar Asep, Senin, 17 November 2025.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri saat mengunjungi SDN Setu 02 Cipayung
Photo :
- ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya
Baca Juga :
Tragedi Bullying Maut Tewaskan Siswa SMPN 19 Tangsel, Polisi Periksa Beberapa Orang Termasuk Guru
Program ini mengusung konsep ‘dari siswa untuk siswa’, sehingga para pelajar dilatih untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan sekolah. Asep menegaskan bahwa program ini secara khusus menargetkan pencegahan perundungan (bullying) yang kerap menjadi masalah laten di sekolah.
“Pencegahan dalam hal terjadinya tawuran, terjadinya penyalahgunaan narkoba, pencegahan terjadinya adanya perbuatan-perbuatan negatif seperti perundungan atau sebaginya dan juga pencegahan terhadap perbuatan-perbuatan egatif lainnya,” ujar dia.
Ia menyebut bahwa dengan peran aktif pelajar sebagai pengawas sesama pelajar, tindakan perundungan bisa lebih cepat terdeteksi sebelum berkembang menjadi kekerasan. Asep berharap kehadiran Polisi Siswa Keamanan Sekolah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku menyimpang.
“Nah ini yang akan kita gelorakan terus di masing-masing sekolah agar kemanan sekolah tanggung jawab dari siswanya masing-masing seperti itu,” kata dia lagi.
Meninggal Usai Diduga Dibully, Polisi Dalami Penyakit yang Diderita Siswa SMPN 19 Tangsel
Polisi terus mendalami kasus dugaan perundungan (bullying) yang menewaskan MH (13) siswa SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel). Polisi fokus menelusuri riwayat medis korban
VIVA.co.id
17 November 2025






