Minggu, 4 Oktober 2026 – 23:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen pada 2027. Untuk mengejar target tersebut, investasi nasional diproyeksikan perlu tumbuh 8-9 persen dengan kebutuhan penanaman modal mencapai Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun.
Pemerintah melihat investasi sebagai salah satu penggerak penting dalam transformasi ekonomi nasional. Sejumlah sektor strategis terus didorong, mulai dari ekonomi hijau dan ekonomi biru hingga ketahanan pangan, energi, serta air.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan perlu didukung oleh sinergi antara ketersediaan energi bersih dan percepatan pembangunan infrastruktur digital.
“Pemerintah berkomitmen mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi antara ketersediaan energi bersih yang terjangkau dan akselerasi infrastruktur digital menjadi kunci utama menciptakan iklim investasi berdaya saing global sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan jangka panjang,” kata Haryo dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kebutuhan Listrik Diproyeksi 800 TWh
Pengembangan energi hijau menjadi bagian penting dalam mendukung target investasi dan pertumbuhan ekonomi tersebut. Haryo mengatakan keandalan energi hijau menjadi prasyarat untuk menopang kebutuhan listrik nasional yang diproyeksikan mencapai 700-800 terawatt hour (TWh) pada 2030.
Target tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas pembangkit hingga 100 gigawatt (GW) peak berbasis energi terbarukan.
Untuk mempercepat transisi energi, pemerintah juga mendorong pembangunan jaringan transmisi listrik. Total jaringan transmisi yang dibangun ditargetkan mencapai 47.758 kilometer-sirkuit.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjamin pasokan listrik yang andal bagi kebutuhan industri, termasuk pusat data atau data center yang membutuhkan dukungan energi dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Program Listrik Desa Terus Diperluas
Pemerataan akses energi juga menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi. Pemerintah menjalankan program Listrik Desa untuk memperluas akses masyarakat terhadap listrik.
Program tersebut telah menjangkau 1.505 lokasi pada 2025. Pada 2026, cakupannya ditargetkan meningkat menjadi 4.390 lokasi.
Perluasan akses tersebut diarahkan untuk mendorong rasio elektrifikasi mendekati atau berada di atas 99 persen. Sementara itu, indeks ketahanan energi ditargetkan meningkat menjadi 7,13.
Halaman Selanjutnya
Mineral Strategis Jadi Modal Hilirisasi






