Nasional

Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok, Dari Kenalan di Media Sosial hingga Berujung Maut

×

Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok, Dari Kenalan di Media Sosial hingga Berujung Maut

Sebarkan artikel ini


Kamis, 6 Agustus 2026 – 15:10 WIB

<


img_title


Rekam Jejak Saepul, Tukang Piscok Pelaku Mutilasi di Depok, Sikap Santainya di Hadapan Penyidik Jadi Sorotan

p>


img_title


Bukan Barang Biasa, Isi Peti Kemas Ini Ternyata Harley-Davidson Bekas

VIVA – Kasus pembunuhan danmutilasi di Depok yang menewaskan pria bernama Kunaefi (51) masih terus didalami aparat kepolisian. Setelah didalami, terungkap hubungan antara pelaku dan korban sebelum peristiwa nahas itu terjadi. 


img_title


3 Laptop Terbaru 2026 Ini Membawa Teknologi AI, Membuat Produktivitas Makin Maksimal

Penyidik menemukan, keduanya mulai saling mengenal melalui media sosial sebelum akhirnya sepakat bertemu secara langsung. Pertemuan yang semula disebut hanya untuk berbincang itu justru berubah menjadi tindak pidana.

Seiring berkembangnya penyidikan, polisi mengungkap kronologi awal pertemuan hingga langkah yang dilakukan pelaku setelah korban meninggal dunia. 

Berikut rangkaian fakta mengenai kisah pertemuan pelaku dan korban berdasarkan hasil penyidikan sementara, sebagaimana dihimpun Viva pada Kamis, 6 Agustus 2026.

1. Perkenalan bermula dari media sosial

Hubungan antara Saepul alias Saepullah (26) dan Kunaefi bermula dari media sosial. Setelah berkomunikasi, keduanya sepakat bertemu di kontrakan yang ditempati Saepul di kawasan Cipayung, Kota Depok, pada 23 Juli 2026.

Meski sempat muncul berbagai spekulasi, polisi menegaskan hubungan keduanya tidak lebih dari sebatas saling mengenal.

“Untuk hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih,” kata Kepala Tim Khusus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono.

Penyidik hingga kini masih menelusuri seluruh komunikasi yang terjadi sebelum keduanya bertemu, termasuk untuk mengungkap motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

2. Ajakan datang ke kontrakan berujung petaka

Dalam pemeriksaan, Saepul mengaku mengundang korban datang ke kontrakannya bukan dengan tujuan melakukan kekerasan. Ia menyebut hanya ingin memiliki teman berbincang karena tinggal sendirian setelah teman kontrakannya tidak lagi menetap di lokasi tersebut.

“Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena emang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut,” kata Saepul.

Menurut pengakuannya, suasana kemudian berubah ketika terjadi perselisihan di dalam rumah. Saepul mengklaim korban melakukan tindakan yang tidak diinginkannya sehingga terjadi perlawanan yang berujung adu fisik.

“Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai. Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Seluruh keterangan tersebut masih didalami penyidik dan belum menjadi kesimpulan akhir perkara.

Halaman Selanjutnya





Source link