Nasional

Laporan Bilang Terkendali, Menteri Dody Murka ke Bawahan Buntut Temukan 1.000 Hektare Sawah Kekeringan di Bekasi

×

Laporan Bilang Terkendali, Menteri Dody Murka ke Bawahan Buntut Temukan 1.000 Hektare Sawah Kekeringan di Bekasi

Sebarkan artikel ini


Minggu, 27 September 2026 – 02:00 WIB

Bekasi, VIVA – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dibuat geram saat melihat langsung kondisi persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026.


img_title


Hadapi Kekeringan, Kementerian PU Selamatkan 141.440 Ha Sawah dan Penuhi Kebutuhan Air Bagi 1,75 Juta Jiwa

Di lokasi, sekitar 1.000 hektare sawah disebut mengalami kekurangan air selama kurang lebih tujuh bulan. Persoalannya bukan hanya sawah yang kekeringan.

Dody menemukan kondisi di lapangan yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan laporan yang selama ini diterimanya. Padahal, di sekitar area persawahan masih terdapat aliran sungai yang airnya tersedia.


img_title


Kasatgas Tito Kawal Percepatan Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera, 4.922 Sekolah Kembali Laksanakan Pembelajaran

Kondisi itu membuat Dody mempertanyakan mengapa air tersebut tidak sampai ke lahan pertanian. Kemarahan Dody kepada sejumlah pejabat di lokasi pun terekam dan menjadi perhatian.

Namun, persoalan yang membuatnya turun langsung ternyata berawal dari perbedaan informasi antara laporan internal dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.


img_title


Prabowo Wanti-wanti Kekuatan Ekonomi Besar Bajak Demokrasi: Mereka Mau Nyogok Jenderal dan Menteri Kita

Sejak Juli 2026, Dody menerima laporan dari jajaran eselon I dan II melalui dashboard monitoring real time. Dalam laporan tersebut, kondisi kekeringan disebut terkendali.

Bahkan, sekitar 73.000 hektare sawah dilaporkan telah berhasil diselamatkan dari ancaman gagal panen. Namun, Dody tidak hanya mengandalkan laporan tersebut.

Sekitar tiga minggu sebelum sidak ke Pebayuran, dia membuka hotline melalui WhatsApp agar masyarakat bisa melaporkan langsung titik-titik sawah yang masih mengalami kekeringan.

Laporan yang masuk kemudian menunjukkan masih adanya persoalan di lapangan. Percakapan masyarakat mengenai kekeringan sawah di media sosial juga disebut terus meningkat berdasarkan pemantauan tim tenaga ahli bidang media monitoring.

Dody akhirnya memilih datang langsung untuk melihat kondisi tersebut. “Ketika laporan dari lapangan dan percakapan masyarakat menunjukkan kondisi yang berbeda dengan laporan internal yang saya terima, maka saya merasa perlu melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Dody, dikutip Minggu, 27 September 2026.

Di Pebayuran, Dody menemukan persoalan yang sebelumnya tidak sepenuhnya tergambar dalam laporan internal. Sekitar 1.000 hektare sawah masih mengalami kekurangan air, sementara sumber air berada tidak jauh dari kawasan persawahan.

Kondisi itu membuat persoalan kemudian melebar pada bagaimana distribusi air berjalan, kondisi jaringan irigasi, koordinasi antarinstansi, hingga mekanisme penyampaian informasi dari lapangan kepada pengambil keputusan.

Halaman Selanjutnya

Sebab, bagi petani, ukuran keberhasilan penanganan kekeringan pada akhirnya sederhana, yakni air harus tersedia ketika tanaman membutuhkannya.

Halaman Selanjutnya





Source link