Senin, 14 September 2026 – 16:13 WIB
Jakarta, VIVA – Bagi sebagian anak, pendidikan bukan hanya tentang duduk di ruang kelas dan mengejar nilai. Ada mimpi yang lebih besar yang ingin diraih, tetapi tidak selalu datang bersama kesempatan yang sama. Karena itu, ketika puluhan pelajar dan mahasiswa anak nasabah PNM Mekaar dari berbagai daerah berkumpul di Magelang dalam Jambore Beasiswa PNM x Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026, mereka tidak hanya datang untuk mengikuti kegiatan. Mereka datang untuk belajar berkompetisi, berjejaring, dan menguji seberapa jauh gagasan mereka dapat memberi dampak.
Mengusung tema “Future Changemakers, From Dream to Impact”, Jambore MEA 2026 menjadi ruang bagi penerima Beasiswa PNM untuk keluar dari lingkungan masing-masing dan bertemu dengan anak-anak lain yang memiliki cerita, pengalaman dan perspektif yang berbeda. Di sana, mereka didorong untuk mengembangkan potensi, mengubah persoalan di sekitar menjadi gagasan, serta membawa gagasan tersebut menjadi solusi yang memiliki manfaat lebih luas.
Kesempatan seperti ini menjadi penting karena perjalanan pendidikan anak-anak nasabah PNM Mekaar tidak selalu berhenti pada persoalan biaya. Mereka juga membutuhkan pengalaman, kepercayaan diri, jejaring, dan ruang untuk mengenal dunia yang lebih luas. PNM berupaya menghadirkan pengalaman tersebut agar pendidikan yang mereka terima tidak hanya menjadi bekal untuk menyelesaikan sekolah, tetapi juga untuk menghadapi persaingan dan tantangan di masa depan.
Program ini merupakan bagian dari PNM Peduli, payung program pemberdayaan dan tanggung jawab sosial PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang salah satunya diwujudkan melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak nasabah PNM Mekaar di berbagai wilayah Indonesia. Tahun ini, dukungan tersebut diperluas dengan menghadirkan pengalaman pengembangan diri dan kompetisi melalui Jambore MEA 2026.
Para peserta dibagi ke dalam dua fokus pengembangan, yakni Young Entrepreneur dan Young Sociopreneur. Keduanya mengajak peserta melihat lingkungan sekitar dengan cara yang berbeda. Kelompok Young Entrepreneur diarahkan untuk menangkap peluang usaha dan menciptakan nilai ekonomi, sementara Young Sociopreneur diajak membaca persoalan sosial maupun lingkungan dan merancang solusi yang dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Halaman Selanjutnya
Sebelum bertemu secara langsung di Magelang, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pendampingan intensif selama empat minggu secara daring. Dari proses tersebut, peserta belajar memvalidasi persoalan, menyusun model bisnis atau solusi, memikirkan keberlanjutan, hingga menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.






