Sabtu, 5 September 2026 – 15:21 WIB
Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, lompatan transformasi digital dan penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), harus selalu berlandaskan pada karakter, kebijaksanaan, dan hati nurani.
Hal itu disampaikan Luhut yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Del, di hadapan ribuan alumni dalam acara Reuni Akbar Institut Teknologi Del (IT Del) bertajuk “IADEL Connect 2026” di Balai Kartini, Jakarta.
“Setinggi apa pun ilmu pengetahuan dan secanggih apa pun teknologi yang kita miliki, Del tidak boleh kehilangan nilai yang menjadi fondasinya: MarTuhan, Marroha, Marbisuk (ber-Tuhan, berhati, dan bijaksana),” kata Luhut dalam keterangannya, Sabtu, 5 September 2026.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan
Photo :
- Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Dia menekankan, nilai ini menjadi semakin penting, ketika dunia memasuki era kecerdasan buatan. AI dapat menghimpun pengetahuan dalam waktu sangat cepat, tapi sampai hari ini teknologi tidak memiliki hati.
“Kepintaran tanpa hati dapat melahirkan kesombongan,” ujarnya.
Luhut menambahkan, pengembangan AI di ranah publik maupun industri harus dibentengi oleh batas-batas etis dan sistem keamanan yang andal. Tanpa kendali manusia dan aturan main yang tegas, lompatan teknologi berpotensi mendatangkan risiko bagi tata kelola.
Luhut juga menitipkan pesan kebangsaan kepada seluruh jaringan alumni, agar mengukur sebuah kesuksesan dari besarnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan negara.
“Sebagai institusi nirlaba, IT Del didirikan untuk memberikan kesempatan setara bagi anak-anak dari daerah, agar mampu berdiri sejajar di kancah global. Hak untuk bermimpi besar dan berkontribusi bagi bangsa, tidak boleh dibatasi oleh latar belakang geografis maupun ekonomi,” ujarnya.
Berawal dari sebuah politeknik di pesisir Danau Toba dengan fokus pada teknologi informasi dan bioteknologi, IT Del kini berkembang menjadi pusat pendidikan dan penelitian unggulan. Capaian ini dibuktikan dengan kelulusan 3.841 alumni, di mana lebih dari 100 di antaranya kini tersebar dan berkarya di 21 negara pada berbagai sektor strategis global.
Saat ini, IT Del memegang peran penting dalam pemajuan riset genomik melalui Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), serta secara aktif mendukung pengembangan infrastruktur Government Technology (GovTech) nasional. Di tengah percepatan teknologi tersebut, Luhut menggarisbawahi pentingnya melandasi inovasi dengan etika, transparansi, dan aturan main (rule of engagement) yang jelas.
Halaman Selanjutnya
Guna mencetak SDM unggul yang adaptif terhadap era digital, Luhut mengimbau para alumni dan generasi muda untuk memegang teguh integritas, asas kesederhanaan (simplicity), serta prinsip keteladanan dalam memimpin.






