Minggu, 27 September 2026 – 00:10 WIB
Jakarta, VIVA – Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu malam, 26 September 2026. Awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah selatan atau menuju alur Kali Boyong, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Peristiwa tersebut tercatat pada pukul 20.34 WIB. Data itu dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.34 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke selatan atau alur Kali Boyong,” demikian keterangan resmi BPPTKG, dikutip Minggu, 27 September 2026.
Awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 48,66 milimeter. Sementara durasi kegempaannya berlangsung selama 129,64 detik.
Aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY tersebut masih terus dipantau oleh petugas.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak bahaya Merapi, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di gunung tersebut.
Ancaman yang perlu diwaspadai antara lain guguran lava dan awan panas. Selain itu, potensi lahar dingin juga dapat terjadi ketika hujan turun di kawasan Gunung Merapi.
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti rekomendasi resmi yang dikeluarkan BPPTKG maupun Badan Geologi. Perkembangan aktivitas vulkanik juga diimbau dipantau melalui sumber informasi resmi dan terpercaya. (Ant)
71 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, Basarnas Ganti Kapal dan Perpanjang Pencarian
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 belum berakhir. Memasuki hari ke-14, Basarnas kembali memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari ke depan untuk mencari korban lain
VIVA.co.id
27 September 2026






