Selasa, 11 November 2025 – 18:48 WIB
Jakarta, VIVA – Polisi akhirnya mengungkap motif di balik aksi peledakan yang mengguncang SMA Negeri (SMAN) 72 Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025.
Pelaku berinisial F, diduga melakukan perbuatannya karena merasa kesepian dan tak memiliki tempat untuk berkeluh kesah. Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 11 November 2025.
“Dari hasil penyidikan yang kami peroleh dari penggalian keterangan maupun petunjuk yang ada, bahwa yang bersangkutan, ABH ini terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum,” katanya.
Iman menambahkan, kondisi psikologis pelaku menjadi salah satu fokus pemeriksaan penyidik. Polisi juga menggandeng psikolog forensik untuk mendalami latar belakang emosi dan tekanan batin yang dialami F sebelum peristiwa ledakan terjadi.
“Yang bersangkutan merasa sendiri, kemdian merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesah. Baik itu di lingkungan keluarga, kemudian di lingkungannya sendiri kemudian lingkungan sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terhadap 16 saksi termasuk keluarga, guru, dan teman sekolah, diketahui bahwa pelaku dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul.
“Dari keterangan yang kami himpun Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang terlibat dikenal pribadi tertutup dan jarang bergaul,” kata Irjen Asep.
Sebagai informasi, kejadian ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta saat melaksanakan shalat Jumat. Akibat kejadian ini, puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berdasarkan informasi dari Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo pada Sabtu kemarin, sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.
Meski kondisi fisik para korban mulai membaik, ia menilai pemulihan mental justru menjadi tantangan terbesar pascakejadian.
“Seperti yang dikatakan representative KPAI, kami merasa pemulihan secara jasmani akan terjadi dengan cepat karena karakter anak-anak masih muda, kecuali pada bagian pendengaran yang sekitar dua pertiga mengalami gangguan pendengaran,” ucapnya.
Bikin Merinding! Bom SMAN 72 Dibuat dari Jerigen dan Kaleng Coca-Cola, Isinya Paku Tajam!
Polda Metro Jaya mengungkap detail mengejutkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. Bom yang ada ternyata berisi paku.
VIVA.co.id
11 November 2025






