Senin, 31 Agustus 2026 – 05:02 WIB
VIVA – Membuat konten video tidak selalu mengharuskan seseorang membeli smartphone terbaru. Di pasar HP bekas, masih banyak perangkat dengan kemampuan kamera dan performa yang cukup untuk merekam video, mengedit konten, hingga melakukan live streaming.
Namun, memilih HP bekas untuk kebutuhan tersebut tidak bisa hanya berdasarkan jumlah megapiksel kamera. Kreator konten perlu memperhatikan kemampuan chipset, kualitas kamera, stabilisasi, penyimpanan, RAM, baterai, konektivitas, hingga dukungan codec video.
Hal ini penting karena kebutuhan membuat konten berbeda dengan penggunaan smartphone biasa. Ketika merekam video beresolusi tinggi, melakukan editing, kemudian mengunggahnya ke platform digital, perangkat akan bekerja lebih berat.
Berikut VIVA telah merangkumnya Senin, 31 Agustus 2026.
Jangan Hanya Lihat Megapiksel Kamera
Kamera 108MP atau 200MP memang terdengar menarik, tetapi angka megapiksel bukan satu-satunya penentu kualitas video.
Untuk membuat konten, kemampuan merekam dengan stabil, menjaga eksposur, menangkap suara dengan baik, dan mempertahankan kualitas gambar ketika pencahayaan berubah justru lebih penting.
Chipset juga mempunyai peran besar. Qualcomm, misalnya, menjelaskan bahwa platform Snapdragon tertentu menggunakan teknologi Snapdragon Sight dan Spectra ISP untuk mendukung kemampuan fotografi serta video, termasuk perekaman 4K dan 8K HDR pada platform yang kompatibel.
Karena itu, saat membeli HP bekas, cari tahu kemampuan kamera dan ISP pada model secara keseluruhan, bukan hanya resolusi sensor.
Prioritaskan OIS untuk Video Lebih Stabil
Jika HP akan digunakan untuk membuat konten berjalan, vlog, atau merekam sambil bergerak, fitur optical image stabilization (OIS) layak menjadi pertimbangan.
OIS membantu mengurangi efek guncangan ketika kamera digunakan untuk mengambil gambar. Fitur ini tidak menjamin video selalu sempurna, tetapi dapat membantu menghasilkan rekaman yang lebih stabil dibandingkan perangkat tanpa stabilisasi optik.
Periksa pula kemampuan kamera dalam merekam pada beberapa tingkat resolusi dan frame rate. HP bekas yang mampu merekam 4K 30fps, misalnya, memberikan ruang lebih besar bagi kreator dibandingkan perangkat yang hanya menawarkan 1080p.
Namun, kebutuhan tersebut tetap harus disesuaikan dengan jenis konten. Untuk video media sosial, 1080p sebenarnya sudah mencukupi bagi banyak kebutuhan.
Halaman Selanjutnya
Chipset Penting untuk Editing






