Nasional

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan

×

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 15 Agustus 2026 – 18:15 WIB

Jakarta, VIVA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memastikan, operasional kapal dari dan menuju Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan pascagempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.


img_title


Update Gempa NTT, BNPB: 38 Orang Meninggal dan 13 Luka

Dalam pelaksanaannya, Pelni melakukan sejumlah penyesuaian kegiatan operasional dengan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.

Direktur Utama Pelni, Budi Setyawan Wijaya mengatakan, keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional, menjadi prioritas utama Pelni dalam menghadapi kondisi tersebut.


img_title


Sebelum Gempa M 7,7, NTT Pernah Diguncang Gempa Dahsyat pada 1992

“Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT. Pelni akan memastikan operasional kapal tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, dan secara intensif berkoordinasi dengan otoritas kepelabuhanan dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” kata Budi dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pasien RSUD Ruteng dievakuasi dampak gempa NTT


img_title


Gempa M 7,7 di NTT, 14 Orang Meninggal Dunia-Puluhan Bangunan Rusak

Akibat gempa bumi Sabtu pagi tadi, sejumlah fasilitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere turut terdampak.

Untuk sementara, kapal Pelni yang melakukan kegiatan sandar di Maumere akan menggunakan Dermaga 2, menggantikan Dermaga 4 yang sebelumnya menjadi lokasi sandar kapal.

Pelni bersama pengelola pelabuhan dan otoritas setempat juga terus berkoordinasi, untuk memastikan kondisi dan kesiapan fasilitas pelabuhan. Termasuk melakukan penyesuaian terhadap kegiatan pelayanan penumpang.

Sebagai bagian dari upaya penanganan, evakuasi terhadap fasilitas tangga darat yang terjatuh ke laut juga akan segera dilakukan guna memastikan tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional kapal.

Pelni memastikan, setiap penyesuaian kegiatan sandar dan pelayanan penumpang dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, baik bagi kapal, penumpang, awak kapal, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam proses embarkasi dan debarkasi.

Budi menambahkan bahwa Pelni akan terus memonitor perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan operasional berdasarkan arahan otoritas terkait.

“Kami terus berkoordinasi dan memonitor perkembangan kondisi di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan kami lakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penumpang,” ujarnya.

Adapun bagi penumpang yang terdampak gempa dan memilih untuk membatalkan perjalanan, Pelni memberikan kebijakan pengembalian dana atau refund sebesar 100 persen sebagai bentuk penanganan kondisi force majeure. Proses pengembalian dana tersebut akan dimaksimalkan paling lambat H+2 dari jadwal keberangkatan kapal.

Halaman Selanjutnya

Pelni juga turut mengimbau kepada seluruh calon penumpang dan pengguna jasa untuk mengikuti informasi resmi terkait jadwal serta pelayanan kapal melalui kanal resmi Perusahaan. Pelni akan menyampaikan perkembangan operasional lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan arahan dari otoritas terkait.

Halaman Selanjutnya





Source link