Rabu, 19 November 2025 – 07:13 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara alias Minerba, Tri Winarno mengatakan, pemerintah berkemungkinan menurunkan target produksi batu bara hingga nikel pada tahun 2026 mendatang.
Baca Juga :
Hal itu diungkapkannya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
“Kayanya begitu (produksi batu bara hingga nikel bakal dipangkas),” kata Tri, Selasa, 18 November 2025.
MIND ID dan CATL kerja sama kembangkan inovasi grafit sintetis dari batu bara [dok. Humas MIND ID]
Photo :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Meski demikian, Tri mengatakan bahwa pihaknya masih akan menunggu arahan pemerintah lebih lanjut terkait wacana tersebut.
“Hilalnya belum nampak, termasuk nikelnya juga,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah langkah pemangkasan produksi itu tidak berpotensi menimbulkan kerentanan pada pasokan bagi kebutuhan domestik, Tri menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan di dalam negeri tentunya harus terlebih dahulu diutamakan.
“Kalau dalam negeri, yang penting aman,” kata Tri.
Perdagangan Batu Bara oleh PT Sumber Global Energi (SGER)
Dari sisi lain, Tri menyampaikan bahwa sampai 15 November 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor telah mencapai Rp 114 triliun atau 92 persen dari target tahun 2025.
“Sampai 15 November (2025), PNBP sektor minerba sudah mencapai Rp 114 triliun atau sekitar 92 persen,” ujarnya.
PNBP Sektor Minerba Setor Rp 114 Triliun ke Kas Negara hingga 15 November 2025
Tri menyampaikan sampai 15 November 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minerba telah mencapai Rp 114 triliun atau 92 persen dari target 2025
VIVA.co.id
18 November 2025






