Nasional

Pesan Singkat Alexander Sabar ke Cloudflare: Waktu Kalian 14 Hari

×

Pesan Singkat Alexander Sabar ke Cloudflare: Waktu Kalian 14 Hari

Sebarkan artikel ini


Kamis, 20 November 2025 – 06:43 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Alexander Sabar meminta penyedia layanan infrastruktur internet Cloudflare untuk bersikap kooperatif dengan pemerintah dalam upaya memberantas situs judi online (judol).

Baca Juga :


Gangguan Berjam-jam, Saham Cloudflare Langsung Anjlok Rp30 Miliar

Ia mencatat bahwa sebagian besar situs judi online (judol) yang ditangani menggunakan infrastruktur Cloudflare.

“Cloudflare yang harusnya bisa bekerja sama. (Seharusnya) tidak semua permintaan layanan jaringan pengiriman konten itu dia terima. Kalau yang merugikan Indonesia ya jangan diterima. Ini kan jadi konteksnya moderasi, dia harusnya filtering,” katanya di Jakarta, Rabu, 19 November 2025.

Baca Juga :


Cloudflare Down Hantam X dan ChatGPT, Bagaimana Nasib Data Pengguna?

Berdasarkan 10.000 data sampling situs judi online yang ditangani pada periode 1-2 November 2025, lebih dari 76 persen diantaranya menggunakan layanan Cloudflare, termasuk untuk penyamaran alamat IP dan mempercepat perpindahan domain untuk menghindari pemblokiran konten.

Alexander Sabar juga menyoroti, Cloudflare tercatat sebagai salah satu dari 25 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang belum terdaftar di Kemkomdigi seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (PM Kominfo 5/2020).

Baca Juga :


Cloudflare dan ChatGPT Sudah Pulih dan Bisa Diakses meski Keduanya Diawasi Kemkomdigi

Platform tersebut diberi waktu sampai 14 hari kerja untuk memenuhi kewajibannya. Apabila PSE tersebut tidak memenuhi kewajibannya, Kemkomdigi akan menjatuhkan sanksi administratif termasuk pemutusan akses layanan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 PM Kominfo 5/2020.

Mengingat banyaknya situs web yang menggunakan layanan tersebut, Alexander mengimbau mereka untuk menggunakan penyedia layanan internet alternatif seandainya akses Cloudflare ditutup oleh pemerintah.

“Dengan kami memberi peringatan seperti ini setidaknya mereka yang menggunakan Cloudflare sudah harus mencari alternatif lain,” ucapnya.

Alexander Sabar menegaskan bahwa ruang kolaborasi selalu terbuka bagi platform global selama mereka menunjukkan itikad baik terkait kepatuhan dan perlindungan masyarakat digital.

“Kami terbuka dan selalu siap untuk kerja sama, tapi kepatuhan kepada peraturan dan undang-undang tetap jadi garis merah. Menjaga ruang digital Indonesia tetap bersih dan aman adalah tanggung jawab bersama,” tegas dia.

Cloudflare

Komdigi: Cloudflare Banyak Digunakan Situs Judi Online

Temuan mengenai tingginya jumlah IP situs judi online yang berada di balik layanan Cloudflare telah disampaikan kepada perusahaan tersebut.

img_title

VIVA.co.id

20 November 2025





Source link