Minggu, 6 September 2026 – 17:55 WIB
VIVA – Kabupaten Cianjur diketahui memiliki potensi panas bumi yang melimpah dan menjadi salah satu wilayah yang memiliki peluang dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih membutuhkan proses eksplorasi serta pemahaman yang baik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
Potensi panas bumi Cianjur mengemuka dalam kegiatan edukasi publik yang digelar Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) bersama Inisiatif Daulat Energi (IDE) bertajuk Geothermal Fun Day. Di mana terdapat pemerintah, praktisi, akademisi, tokoh pemuda, serta masyarakat untuk membahas panas bumi dari sisi energi, ekonomi, lingkungan, hingga sosial.
Cianjur sendiri saat ini masih berada dalam tahap eksplorasi panas bumi. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai potensi dan rencana pengembangannya menjadi penting, terutama untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat.
Pemanfaatan panas bumi tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan energi listrik. Menurut Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Hadi Wijaya, mengatakan sumber energi tersebut juga memiliki peluang untuk memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.
“Jika pengembangan panas bumi di Cianjur berhasil, hasilnya dapat mengoptimalkan ekonomi lokal secara masif. Panas bumi bisa dimanfaatkan langsung oleh UMKM, mulai dari pengeringan kopi dan teh, hingga pembudidayaan ikan. Generasi muda harus terus bersatu padu mendukung Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian penting dari energi nasional dan pembangunan bangsa,” tegas Hadi.
Ketua IGGC sekaligus praktisi industri panas bumi, Riza Pasikki, menjelaskan karakteristik pembangkit geothermal yang dapat beroperasi secara berkelanjutan. Ia juga menyebut keterlibatan masyarakat sekitar menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sektor tersebut.
“Lapangan panas bumi sangat berkelanjutan dan beremisi sangat rendah. Berbeda dengan energi terbarukan lain, pembangkit panas bumi bisa beroperasi 365 hari penuh dalam setahun. Selain itu, komitmen terhadap masyarakat lokal sangat tinggi. Di berbagai wilayah operasi, rata-rata 85 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan putra-putri daerah,” jelas Riza.
Pakar Geothermal sekaligus Advisory Board Master Program ITB, Ir. Ali Ashat, S.T., Dipl. Geothermal En Tech., mengatakan Indonesia memiliki sumber daya panas bumi yang besar. Potensi tersebut menjadi salah satu modal dalam mendorong peningkatan penggunaan energi bersih.
Halaman Selanjutnya
“Potensi panas bumi kita adalah yang terbesar di dunia berdasarkan data terverifikasi. Saat ini pemerintah berencana menambah kapasitas hingga 5.000 MW pada 2034. Cianjur menjadi salah satu daerah kunci untuk mencapai target energi bersih tersebut. Acara seperti ini penting untuk mengkalibrasi informasi yang benar di tengah maraknya simpang siur informasi,” ungkap Ali Ashat.






