Nasional

Ramalan Jayabaya Mulai Terjadi? Ini 3 Pertanda Besar yang Jarang Disadari

×

Ramalan Jayabaya Mulai Terjadi? Ini 3 Pertanda Besar yang Jarang Disadari

Sebarkan artikel ini


Selasa, 11 Agustus 2026 – 06:50 WIB

VIVA – Ramalan Jayabaya hingga kini masih menjadi bagian dari cerita dan kepercayaan yang menarik perhatian masyarakat. Sejumlah bait dalam Jangka Jayabaya bahkan kerap disebut telah menjadi kenyataan karena dianggap menggambarkan berbagai perubahan yang kini terjadi dalam kehidupan manusia.


img_title


Jadi Titik Balik, 5 Shio Ini Diprediksi Meraih Kekayaan dan Kesuksesan Tahun Ini

Menariknya, beberapa ramalan tersebut berkaitan dengan hal-hal yang pada masa lalu sulit dibayangkan, seperti kendaraan tanpa kuda, benda yang dapat terbang di angkasa, hingga perubahan bentuk pasar.

Namun, apakah hal itu benar-benar membuktikan Jayabaya mampu melihat masa depan? Jawabannya tidak sesederhana itu. Ramalan yang beredar dalam tradisi Jawa memiliki sifat simbolis dan multitafsir. Karena itu, kecocokan antara isi ramalan dan perkembangan zaman lebih tepat dipandang sebagai interpretasi budaya daripada bukti ilmiah.


img_title


Ranking 12 Shio Paling Beruntung Soal Rezeki di 2026, Siapa yang Berpeluang Kaya Raya?

Berikut tiga ramalan Jayabaya yang paling sering dikaitkan dengan kehidupan modern.

1. Kereta Tanpa Kuda


img_title


Siap-siap! Mercury Retrograde di Cancer Bikin Emosi Naik Turun, Ini Ramalan Lengkap 12 Zodiak

Salah satu bait Jangka Jayabaya yang paling terkenal berbunyi “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran”, yang secara umum dimaknai sebagai “kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda”.

Bait tersebut sering dikaitkan dengan kehadiran kendaraan modern. Pada masa ketika transportasi masih sangat bergantung pada tenaga manusia dan hewan, gagasan mengenai kereta yang dapat bergerak sendiri tentu terdengar tidak biasa.

Kini, kendaraan tanpa kuda merupakan sesuatu yang sangat lazim. Kereta api, mobil, bus, hingga kendaraan listrik dapat bergerak dengan bantuan teknologi mesin dan sistem penggerak modern.

Bahkan, perkembangan transportasi kini sudah jauh melampaui sekadar kendaraan bermesin. Kereta listrik dan kereta berkecepatan tinggi menunjukkan bagaimana manusia terus mengembangkan moda transportasi yang semakin cepat dan efisien.

Dalam rangkaian bait yang sama juga terdapat kalimat “Tanah Jawa kalungan wesi”, yang berarti “Pulau Jawa berkalung besi”. Ungkapan tersebut kerap ditafsirkan sebagai gambaran jaringan rel kereta api yang membentang di Pulau Jawa.

2. Perahu Berjalan di Angkasa

Ramalan kedua berbunyi “Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang”, yang secara harfiah menggambarkan perahu berjalan di atas angkasa.

Bait tersebut sering ditafsirkan sebagai gambaran mengenai pesawat terbang. Jika melihat bentuk pesawat dari kejauhan, metafora “perahu” yang bergerak di langit memang terasa cukup masuk akal.

Halaman Selanjutnya

Pada masa kini, manusia bukan hanya dapat bepergian menggunakan pesawat, tetapi juga mengembangkan berbagai teknologi penerbangan seperti drone dan pesawat tanpa awak. Perjalanan yang dahulu membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu kini dapat ditempuh lintas negara dalam hitungan jam.

Halaman Selanjutnya





Source link