Nasional

Ratu Tisha Bongkar Masalah Timnas Indonesia: Kalah Mental

×

Ratu Tisha Bongkar Masalah Timnas Indonesia: Kalah Mental

Sebarkan artikel ini


Senin, 24 Agustus 2026 – 07:00 WIB

VIVA – Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha mengungkap persoalan yang masih kerap muncul ketika membahas performa Timnas Indonesia. Menurutnya, istilah “kalah mental” masih sering digunakan untuk menjelaskan kegagalan tim meraih hasil positif, sehingga persoalan tersebut perlu dikaji lebih serius melalui pendekatan sport science.


img_title


Terpopuler: Maarten Paes-Audeo Jadi Pelapis, Pengamat: John Herdman Tak Usah Mimpi Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Ratu Tisha menyampaikan hal tersebut saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu. Ia menilai pembahasan mengenai mental pemain selama ini terlalu sering berhenti sebagai percakapan informal setelah pertandingan.

“Kita selalu berbicara kita apa sih kurangnya kita? Kita pasti ada kurang tuh, ah kalah mental. Kita kalau lagi bicara, ngobrol-ngobrol warung kopi itu ngobrolin seluruh pertandingan sepak bola itu kita pasti keluar kata-kata ‘mental nih, mental nih’,” kata Ratu Tisha.


img_title


Kevin Diks Jadi Kapten, Borussia Monchengladbach Menggila dan Bantai Schott Mainz 5-0

Menurutnya, kebiasaan menyebut persoalan mental tidak cukup jika hanya menjadi kesimpulan setelah sebuah pertandingan. PSSI, kata dia, perlu membawa persoalan tersebut ke ranah penelitian agar faktor-faktor yang memengaruhi mental pemain dapat dipahami dan dikembangkan secara lebih terukur.

“Jadi daripada kita terus-terusan ngobrol-ngobrol aja sifatnya warung kopi, kita turn deh into scientific research,” ujar Tisha.


img_title


Calvin Verdonk Bantu Lille Menang di Laga Perdana Ligue 1 2026/2027

Gagasan tersebut kemudian coba diterapkan melalui Liga Universitas yang mengusung tema “Football For Mental Health”. Kompetisi sepak bola antarkampus tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang pertandingan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan aspek kesehatan mental dan kemampuan pemain menghadapi situasi pertandingan.

Ratu Tisha menilai pembentukan mental pemain tidak dapat dilepaskan dari latihan di lapangan. Pemain membutuhkan pengalaman langsung untuk menerapkan kemampuan mengontrol emosi, menghadapi tekanan, serta mengambil keputusan ketika berada dalam situasi pertandingan.

Ia juga menyinggung sejumlah aspek yang dapat dikaji melalui pendekatan football science, mulai dari physical strengthening, conditioning, hingga injury prevention. Penerapan aturan pertandingan seperti sin bin juga disebut dapat menjadi objek penelitian untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan pemain dalam mengendalikan emosi.

Bagi Ratu Tisha, targetnya bukan sekadar menghilangkan istilah “kalah mental” dari pembicaraan sepak bola Indonesia. Ia ingin Timnas Indonesia pada masa depan justru dikenal memiliki kekuatan mental ketika menghadapi pertandingan di berbagai level.

Halaman Selanjutnya

“Jadi ini adalah sarana untuk area latihan, latihan dan agar kita mungkin 10 tahun dari sekarang bergosipnya itu adalah ‘Wah tim Indonesia itu di mana pun main bolanya level apa pun mentalnya paling kuat’,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya





Source link