Senin, 24 Agustus 2026 – 00:33 WIB
VIVA – Pelatih Bournemouth, Marco Rose, kecewa setelah timnya tumbang 1-2 dari Manchester City pada pekan pertama Liga Inggris 2026/2027 di Stadion Etihad, Minggu 23 Agustus 2026. Rose menyoroti penampilan lini pertahanan yang dinilai terlalu pasif ketika Bournemouth gagal mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir.
Bournemouth sebenarnya mampu memberikan perlawanan kuat kepada Manchester City. The Cherries bahkan unggul lebih dulu melalui Marcus Tavernier pada menit ke-26 setelah memanfaatkan umpan Evanilson.
Keunggulan tersebut bertahan cukup lama sebelum Manchester City bangkit pada penghujung pertandingan. Marc Guéhi menyamakan kedudukan melalui situasi sepak pojok, sebelum Josko Gvardiol mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.
Pemain Manchester City, Marc Guehi (Kiri) bersama Antoine Semenyo (Kanan)
Hasil tersebut membuat Rose kecewa karena Bournemouth dinilainya sudah menjalankan banyak hal dengan baik sepanjang pertandingan. Namun, kesalahan pada momen penting membuat kerja keras tim akhirnya tidak menghasilkan poin.
“Ini benar-benar mengecewakan. Pada akhirnya kami perlu menyelesaikan pertandingan. Kami memiliki banyak momen bagus, kami berjuang, kami menemukan pemicu untuk merebut bola, kami memiliki peluang,” ujar Rose dikutip dari Goal, Senin 24 Agustus 2026.
Pelatih asal Jerman itu kemudian menyoroti dua situasi bertahan yang menurutnya menjadi penyebab Bournemouth kehilangan keunggulan. Salah satunya terjadi ketika menghadapi bola mati, sedangkan situasi lainnya berkaitan dengan sikap pemain yang terlalu pasif di sekitar kotak penalti.
“Kami memiliki dua situasi di mana kami tidak cukup baik dalam bertahan. Satu tendangan sudut di mana kami diblokir dan satu situasi di mana kami terlalu pasif di sekitar kotak penalti kami,” kata Rose.
Kritik tersebut menjadi sorotan utama setelah Bournemouth sebenarnya mampu membuat Manchester City kesulitan sepanjang sebagian besar pertandingan. Tim tuan rumah baru berhasil membalikkan keadaan pada fase akhir laga.
Rose menilai Bournemouth harus lebih aktif ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial. Menurutnya, para pemain tidak boleh hanya bertahan ketika lawan mulai meningkatkan tekanan.
“Jika Anda melihat jam terus berdetik dan hanya tersisa lima menit, Anda harus tetap aktif. Anda perlu melangkah maju dan menempatkan mereka dalam situasi yang tidak nyaman,” tuturnya.
Halaman Selanjutnya
Rose juga mengakui Manchester City memiliki kualitas dalam penguasaan bola sehingga sulit untuk terus mempertahankan tekanan. Meski begitu, ia menilai Bournemouth seharusnya mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan benar-benar berakhir.






