Nasional

Respons Menohok Wali Kota Bandung soal Kasus Dokter Cabuli Anak

×

Respons Menohok Wali Kota Bandung soal Kasus Dokter Cabuli Anak

Sebarkan artikel ini


Rabu, 21 Oktober 2026 – 19:21 WIB

Bandung, VIVA – Kasus dugaan dokter umum berinisial IS cabuli anak di Bandung menuai respons menohok Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Kata Farhan pemerintahan kota Bandung menyiapkan pendampingan psikologis bagi ibu dan anak yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh ayah kandungnya sekaligus seorang dokter umum.


img_title


Pelda Syahrir Diduga Aniaya Istri dan Anak saat Digerebek Selingkuh, TNI AD Turun Tangan

Perlindungan terhadap ibu dan anak, kata dia, menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan kasus tersebut. 

Menurutnya, ibu korban juga perlu mendapat perlindungan karena diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


img_title


Ruben Onsu Curiga Laporan Palsu Soal Pencabulan Bukan Kebetulan: Sudah Disiapkan Sebagai Serangan Balik

“Yang nomor satu yang mesti dilakukan adalah perlindungan terhadap korban. Perlindungan terhadap korban tidak hanya berupa perlindungan dari pemerintah terhadap anak dan ibunya, karena ibunya juga korban KDRT. Jadi kita amankan, itu yang pertama,” ucap Farhan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Lanjutnya menegaskan, bahwa perlindungan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan fisik, tetapi juga mencakup kerahasiaan identitas korban. Ia meminta semua pihak tidak mengekspos identitas ibu maupun anak yang terlibat dalam kasus tersebut.


img_title


Dituduh Cabul, Ruben Onsu Balik Menyerang! Kini Adukan Pihak Pelapor ke Polisi

“Yang kedua, perlindungan dari ekspose identitas. Ekspose identitas tidak boleh sama sekali ada ekspose identitas dari korban, baik sang ibu maupun sang anak,” ujarnya.

Untuk mendukung pemulihan korban, Farhan menyebut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) telah mengirimkan tim psikolog. Tim tersebut bertugas menemui ibu korban dan memeriksa kondisi anak.

“Pendampingan psikologis yang dilakukan adalah DP3A langsung mengirimkan tim psikolog untuk bertemu dengan sang ibu dan juga untuk memeriksa anaknya,” tutur Farhan.

Selain pendampingan psikologis, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan melalui rumah sakit milik pemerintah daerah. Farhan mengatakan, RSUD Bandung Kiwari menyediakan fasilitas khusus untuk penanganan korban kekerasan seksual.

“Kami dari RSUD juga menyediakan, terutama di Kiwari, itu menyediakan satu lantai khusus untuk korban kekerasan seksual,” katanya.

Farhan turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan membantu penanganan kasus tersebut, termasuk anggota DPR RI. Ia memastikan perkara dugaan kekerasan seksual itu telah ditangani kepolisian.

Halaman Selanjutnya

“Saya tentu mengucapkan terima kasih atas bantuan dari berbagai macam pihak, termasuk perhatian dari anggota DPR RI atas kasus ini, dan kasus ini sudah langsung ditangani oleh kepolisian,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya





Source link