Nasional

Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

×

Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Sebarkan artikel ini


Jumat, 31 Juli 2026 – 23:56 WIB

VIVA – Pengidap diabetes terus menunjukkan angka peningkatan, dan kini tidak lagi didominasi oleh kalangan lanjut usia, melainkan sudah banyak menjangkiti anak muda.


img_title


Cukup 1 Sendok Sebelum Tidur, Minyak ini Justru Menjadi Pembersih Kolesterol dan Jaga Jantung

Berbagai upaya umumnya disarankan untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi, salah satu yang paling populer adalah dengan membatasi konsumsi nasi putih.

Akan tetapi, tidak jarang ditemui kasus di mana seseorang sudah berupaya mengurangi, bahkan menghentikan konsumsi nasi sepenuhnya, namun kadar gula darahnya tetap tidak kunjung turun.


img_title


Tak Perlu Diet yang Menyiksa, Ikuti Secara Konsisten Tips Mudah Menurunkan Berat Badan

Menanggapi kondisi ini, melalui tayangan di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, beliau menyoroti persoalan di mana gula darah tetap tinggi meskipun penderita sudah tidak lagi makan nasi.

Mengingat masalah tersebut sudah tergolong kompleks, dr. Zaidul Akbar menyarankan penderita untuk segera melakukan konsultasi dengan praktisi herbal atau herbalis guna mendapatkan penanganan yang tepat.


img_title


Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

“Belum bisa jawab ya kalau sudah kasus yang complicated seperti ini. Saya sarankan perlu dikonsultasikan ke herbalis ya, karena tubuh kita ada keterkaitan satu sama lain,” ungkap dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube miliknya.

Kendati demikian, apabila belum ada kesempatan untuk berkonsultasi dengan herbalis, langkah awal yang bisa diambil adalah membenahi ekosistem mikrobiota dalam tubuh terlebih dahulu.

“Untuk awalan ya saya menyarankan mulai perbaiki mikrobiom yang ada pada tubuh Anda, salah satunya dengan coba mulai minum pahitan, kayak pare, brotowali, jusnya diminum, bisa juga pakai kayu manis ya,” ujarnya.

Menurut penjelasannya, asupan berasa pahit (pahitan) tidak cuma berkhasiat menekan kadar gula darah, melainkan juga efektif dalam merawat keseimbangan metabolisme tubuh. 

Meski begitu, dr. Zaidul Akbar menekankan untuk tidak menghentikan asupan karbohidrat secara total, mengingat tubuh manusia pada dasarnya tetap membutuhkan zat tersebut.

“Jangan tidak makan karbo, biasanya orang yang sudah diabetes memilih tidak makan karbo. Anda tetap butuh karbo, tapi pilihlah yang sehat dan dibatasi karbonya,” jelas dr Zaidul Akbar.

Jika memang menghindari nasi putih, solusinya adalah menggantinya dengan sumber karbohidrat alternatif yang jauh lebih aman dan ramah bagi penderita diabetes.

Halaman Selanjutnya

“Karbo sehat contohnya apa, kalau tetap ingin makan nasi, bisa nasi merah, beras coklat, beras-beras yang non pestisida Insya Allah bisa, itu salah satu yang bisa saya sarankan,” saran dr Zaidul Akbar.

Halaman Selanjutnya





Source link