Jumat, 28 Agustus 2026 – 04:08 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengaku yakin Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat dan mandiri dalam beberapa tahun mendatang. Optimisme itu disampaikan saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis 27 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan besar. Salah satunya dampak fenomena iklim El Nino yang turut dipengaruhi kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam serta potensi energi yang dapat menjadi kekuatan untuk mendorong kebangkitan nasional.
“Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita,” ujar Prabowo.
Presiden kemudian memaparkan sejumlah capaian pemerintah. Salah satunya keberhasilan mencapai swasembada pangan dalam dua tahun.
Pemerintah, kata dia, kini mengarahkan kebijakan pada kemandirian energi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
Prabowo juga menyinggung perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah menjangkau 62 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut dia, pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah kendala dan kekurangan. Namun, pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut agar manfaat program dapat diterima masyarakat secara luas.
“Yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia,” lanjutnya.
Selain sektor pangan dan energi, Prabowo menyampaikan keyakinannya terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Pemerintah juga akan memastikan barang-barang yang memperoleh subsidi dapat diterima masyarakat dengan harga sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.
Prabowo menegaskan pengelolaan kekayaan negara harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Karena itu, keberanian memberantas korupsi dan melakukan efisiensi anggaran menjadi hal penting.
Menurut Kepala Negara, langkah penghematan anggaran yang dilakukan pemerintah telah menghasilkan dana hingga ratusan triliun rupiah. Dana tersebut kemudian dapat dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” ujar dia.
Forum Komunikasi Tokoh Politik Kecam Pernyataan Budi Arie, Bisa Picu Konflik!
Forum Komunikasi Tokoh Politik mengecam keras pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie soal percepatan pemilu. Menurutnya, pernyataan itu bisa memicu konflik politik
VIVA.co.id
27 Agustus 2026






