Nasional

17 Saksi Digarap Terkait Pengeroyokan Anggota Polsek Ngawen Saat Karnaval di Blora, Bakal Ada Tersangka Baru?

×

17 Saksi Digarap Terkait Pengeroyokan Anggota Polsek Ngawen Saat Karnaval di Blora, Bakal Ada Tersangka Baru?

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 5 September 2026 – 20:26 WIB

Blora, VIVA – Penyidikan kasus bentrokan antarwarga yang berujung pengeroyokan terhadap dua anggota Polsek Ngawen, Blora, Jawa Tengah, terus bergulir.


img_title


Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang Berkurang, dari 16 Kilometer Jadi 7 Kilometer

Polisi kini telah memeriksa 17 saksi untuk mengurai rangkaian kericuhan saat karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia. Jumlah saksi yang diperiksa penyidik bertambah dari sebelumnya.

Pada 25 Agustus 2026, polisi memeriksa 11 orang, kemudian jumlahnya meningkat menjadi 15 saksi pada 29 Agustus, dan kini mencapai 17 orang.


img_title


Dentuman Gunung Anak Krakatau Menggema di 3 Provinsi, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

“Penyidik hingga kini telah memeriksa 17 saksi untuk memperjelas kronologi kejadian sekaligus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut. Sebanyak 17 saksi diperiksa dan dimintai keterangan untuk mendalami kronologi kejadian serta peran masing-masing pihak,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blora Ajun Komisaris Polisi Zaenul Arifin, Sabtu, 5 September 2026.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah pihak yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut. Mereka di antaranya saksi korban, personel Satpol PP yang bertugas di lokasi, warga yang keterangannya berkaitan dengan video berdurasi sekitar 50 detik yang beredar, kepala desa, hingga panitia karnaval.


img_title


Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Tegas dan Transparan, Temuan Satgas PKH Bakal Segera Diumumkan

Tak hanya mencari pelaku kekerasan terhadap anggota polisi, penyidik juga masih menelusuri rangkaian kejadian sebelum pengeroyokan terjadi.

Polisi mendalami keterkaitan dua bentrokan yang berlangsung di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen. Lokasi bentrokan tersebut diketahui tidak terlalu jauh dari tempat kejadian perkara pengeroyokan terhadap anggota Polsek Ngawen.

Menurut Zaenul, kericuhan awalnya dipicu aksi saling ejek antarpeserta karnaval. Situasi kemudian memanas hingga terjadi perkelahian antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas.

Bentrokan tersebut terjadi sebanyak dua kali. Saat keributan berlangsung, anggota kepolisian yang berada di lokasi berusaha melerai dan mengendalikan situasi.

Namun, upaya tersebut justru membuat dua anggota polisi menjadi sasaran kekerasan.

“Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka,” ujarnya.

Dua anggota Polsek Ngawen yang menjadi korban yakni Aipda MS dan Aiptu SP. Keduanya mengalami luka setelah berusaha melerai bentrokan.

Aipda MS mengalami luka memar pada dahi, hidung, dan lutut kiri. Sedangkan Aiptu SP mengalami luka robek di bagian atas kepala, benjolan di kepala, serta memar dan benjolan pada bagian dahi.

Halaman Selanjutnya

Keduanya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Rowobungkul. Kondisi kedua anggota tersebut kini semakin membaik dan mereka telah kembali menjalankan tugas seperti biasa.

Halaman Selanjutnya





Source link