Minggu, 14 Juni 2026 – 15:27 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dan melimpah. Karena itu, menurutnya tidak ada alasan terjadinya kelangkaan beras di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai keterbatasan pasokan beras di sejumlah titik distribusi. Amran memastikan pemerintah terus memantau kondisi pasar dan telah meminta Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia untuk turun langsung ke lapangan guna mengawasi distribusi serta stabilitas harga.
“Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, langka,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi
Pemerintah mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,3 juta ton hingga awal Juni 2026. Jumlah tersebut disebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang sangat kuat. Bahkan kapasitas gudang yang dimiliki Bulog sudah tidak lagi mampu menampung seluruh stok sehingga pemerintah harus menyewa tambahan ruang penyimpanan.
“Kami bersama Satgas Pangan pantau seluruh Indonesia. Jangan dibuat langka. Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama Indonesia merdeka,” ujarnya.
Dengan ketersediaan stok sebesar itu, pemerintah memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala dan tidak ada ancaman kekurangan pasokan dalam waktu dekat.
Produksi Beras Indonesia Jadi Sorotan Dunia
Amran juga menyinggung laporan Rice Outlook Mei 2026 yang diterbitkan United States Department of Agriculture (USDA). Dalam laporan tersebut, produksi beras global periode 2025-2026 mengalami peningkatan dari 541,3 juta ton menjadi 542,8 juta ton.
Indonesia menjadi salah satu negara yang mencatat kenaikan produksi beras terbesar bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.
Halaman Selanjutnya
Namun, jika dibandingkan dengan ketiga negara tersebut, Indonesia memiliki volume produksi yang jauh lebih besar. Produksi beras Indonesia dalam setahun dilaporkan mencapai lebih dari 30 juta ton.






